Berita

Fotokopi ijazah Joko Widodo yang beredar di media sosial/Net

Politik

Panda Nababan: Perlihatkan Ijazah soal Sepele Bukan Sakral

JUMAT, 25 APRIL 2025 | 23:43 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Politikus senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Panda Nababan ikut angkat bicara soal polemik keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang masih belum menemukan titik akhir.

Panda mengatakan, memperlihatkan ijazah kepada orang lain merupakan hal sepele dan sederhana yang tidak perlu dibikin ribet.

"Kalau ditanya ijazah, sopir aku bisa ngambil. Kok sekarang (masalah ijazah) jadi genting, gawat. Aku nggak mau ikut bodoh. Aku terharu lihat orang ini," kata Panda dalam program ILC (Indonesia Lawyers Club) yang dikutip Jumat 25 April 2025.


Panda menekankan bahwa ijazah bukanlah benda sakral yang harus disembunyikan dari pihak-pihak yang ingin melihatnya.

"Kenapa sekarang (ijazah) jadi begitu sakral. Diteropong dari sana, diteropong dari sini," tanya Panda. 

Sebelumnya, kuasa hukum Jokowi, Firmanto Laksana Pangaribuan mengungkap alasan Presiden ke-7 RI itu hanya menunjukkan ijazah aslinya ke wartawan. Menurutnya, tidak ada kewajiban untuk menunjukkan ijazah asli itu ke orang lain. 

"Kan diminta perlihatkan, diperlihatkan kepada wartawan karena tidak ada kewajiban beliau memperlihatkan kepada orang-orang," kata Firmanto dikutip dari program Rakyat Bersuara.

Firmanto menjelaskan alasan Jokowi tidak menunjukkan ijazah aslinya ke khalayak umum justru ingin melindungi rakyat. Sikap Jokowi ini, kata dia, bisa menjadi contoh oleh orang lain. 

"Nah ini, jadi bapak itu ingin menyampaikan bahwa ini, dia ingin melindungi rakyat. Bagaimana ceritanya, ketika ada seseorang menuding sesuatu yang tidak benar kepada kita semua, kepada gubernur, kepada bupati, menteri. Padahal dia yang menuding tapi kita yang disuruh membuktikan, kan bertolak belakang, anomali," kata Firmanto.





Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya