Berita

Saksi Moh Ilham Yulianto (kiri)/RMOL

Hukum

Sopir Kader PDIP Ungkap Perpindahan Uang Suap KPU Rp400 Juta

JUMAT, 25 APRIL 2025 | 14:20 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Sopir kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Saeful Bahri, Moh Ilham Yulianto mengungkapkan detik-detik berpindahnya uang Rp400 juta dari sesama kader PDIP untuk suap pergantian anggota DPR Fraksi PDIP periode 2019-2024.

Detik-detik berpindahnya uang Rp400 juta itu didalami tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Ilham saat menjadi saksi di persidangan kasus dugaan suap dan perintangan penyidikan dengan terdakwa Hasto Kristiyanto selaku Sekretaris Jenderal PDIP di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat, 25 April 2025.

Ilham mengaku, selain menyerahkan uang Dolar Singapura kepada kader PDIP, Agustiani Tio Fridelina, dirinya juga sempat menerima uang atas perintah bosnya, Saeful Bahri dari Donny Tri Istiqomah yang juga kader PDIP.


"Saya saat itu di parkiran mobil, begitu saya ditelepon Pak Saeful, ternyata di situ ada Pak Saeful dengan Pak Donny di kafe Starbucks. Kemudian Pak Donny kembali ke mobil, bawa tas ransel hitam, terus diserahkan ke saya. Pesannya, 'tolong kamu masukin ke mobil Pak Saeful, nanti tas ranselnya kembalikan lagi ke saya'," kata Ilham.

Tim JPU KPK selanjutnya mendalami pengetahuan saksi Ilham terkait isi dari tas ransel warna hitam yang diberikan Donny.

"Karena perintahnya seperti itu, ketika saya masukin ke dalam mobil itu, itu plastiknya transparan pak, plastik putih transparan, jadi saya bisa lihat itu pecahan Rp100 ribu, tapi jumlahnya saya tidak tau. Banyak pak, satu tas ransel sedang," tutur Ilham.

Pada saat itu, Ilham mengaku tidak mengetahui jumlah nominal uang yang dia terima. Namun saat diperiksa tim penyidik, baru terungkap bahwa nilainya sebesar Rp400 juta.

"Belakangan saya tau waktu di BAP itu bahwa itu katanya Rp400 juta," terang Ilham.

Ilham melanjutkan, setelah itu, sekitar 1 jam kemudian, dia bersama Saeful pulang ke rumah. Pada saat tiba di rumah, dirinya diminta Saeful untuk membawa uang yang di dalam kantong plastik putih transparan itu dibawa ke kamar Saeful.

"Kemudian pulang ke rumah, dari rumah itu saya sama Pak Saeful disuruh masukin ke kamar," pungkas Ilham.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya