Berita

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tangkapan layar/RMOL)

Politik

Rocky Gerung:

Monolog Gibran Terlihat Kekosongan Pikiran dan Konsep

JUMAT, 25 APRIL 2025 | 11:56 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Monolog Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka soal bonus demografi yang diunggah lewat kanal YouTube resminya menuai beragam respons.

Menurut pengamat politik Rocky Gerung, apa yang disampaikan Gibran justru memperlihatkan ketidakpahaman mendasar soal konsep tersebut dan akhirnya menjadi bahan olok-olok.

"Saya kira itu hal yang memang dari awal dikenali oleh netizen bahwa kalau tidak mengerti konsep dasarnya buat apa memaksakan bicara? Apalagi bicara dengan teks, bicara dengan fasilitas teknologi, lalu terlihat bahwa konsep dasar dari bonus demografi pengetahuannya nol," kata Rocky lewat kanal YouTube miliknya, Jumat 25 April 2025.


Rocky menyoroti bahwa sebagai seorang wakil presiden, Gibran semestinya memahami betul  bonus demografi bekerja. Konsep ini tidak bisa dilepaskan dari pembanding regional maupun kebutuhan pasar masa depan. Namun, justru aspek-aspek penting itu tidak tampak sama sekali dalam penyampaian Gibran.

“Jadi Indonesia bisa punya bonus demografi karena penduduk usia produktif, tapi kalau SDM-nya itu sampai sekarang, yang punya hak pilih 68 persen atau bahkan lebih hanya bersekolah sampai tahun ke-7 artinya tidak lulus SMP?" tanya Rocky Gerung.

Ia pun menyebut bahwa Indonesia tak akan mampu bersaing dengan negara tetangga seperti Vietnam, Thailand, atau Singapura di tahun 2045 jika kualitas sumber daya manusianya tetap stagnan.

Tak hanya soal isi pidato, Rocky juga mengkritik kehadiran Gibran di panggung politik nasional sebagai produk rekayasa politik. Gibran menjadi Wapres lantaran dipaksa Ayahnya, Joko Widodo, demi menciptakan simbol bagi generasi muda.

“Kapasitas beliau (Gibran) memang tidak cukup di situ, tapi dipaksakan, itu bahayanya. termasuk karena dipaksakan oleh bapaknya (Jokowi) untuk tampil supaya jadi semacam magnet bagi generasi baru," tegas Rocky.

Rocky Gerung mengakhiri komentarnya dengan menyebut bahwa kekosongan gagasan terlihat jelas dalam pidato Gibran, yang menurutnya hanya mengulang narasi tanpa isi. 

“Jadi kekosongan pikiran terlihat dari kekosongan tatapan mata, kekosongan dari konsep yang tidak bisa dikembangkan," pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya