Berita

Inflasi Medis Diperkirakan Capai 19 Persen di 2025/RMOL

Kesehatan

Inflasi Medis Diperkirakan Capai 19 Persen di 2025, Ini Perlindungan untuk Gen Z dan Milenial

KAMIS, 24 APRIL 2025 | 19:32 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

  Anak muda masa kini disebut-sebut rentan terhadap masalah kesehatan akibat pola hidup modern yang kurang sehat, menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023.

Sementara, sensus penduduk Indonesia 2020, mendata bahwa lebih dari 50 persen populasi Indonesia terdiri dari generasi Z dan milenial. Di sisi lain, tantangan ekonomi dan beban finansial anak muda saat ini juga semakin tinggi, baik bagi mereka yang masih single maupun sudah berkeluarga.

Survei yang dilakukan TGM Research tahun 2024 mencatat, 84 persen masyarakat Indonesia menyatakan kekhawatiran akan biaya hidup yang semakin tinggi, khususnya dari kelompok anak muda.


Masih dalam survei yang sama, sebanyak 78 persen responden juga menyatakan bahwa mereka memilih untuk menyesuaikan gaya hidup mereka dan berusaha mencari alternatif yang lebih terjangkau, sehingga mereka menyadari bahwa mereka perlu lebih cermat dalam mengatur keuangan untuk kebutuhan mereka dan orang terdekat.

Meski demikian, kesadaran mereka untuk memiliki perlindungan diri melalui asuransi terus meningkat.

Survei Populix menunjukkan, bertumbuhnya minat anak muda terhadap asuransi didorong oleh faktor seperti tingginya inflasi medis yang diperkirakan mencapai 19 persen pada 2025 berdasarkan laporan Tren Kesehatan yang dikeluarkan oleh Mercer Marsh Benefits4

Chief Customer & Marketing Officer Prudential, Vivin Arbianti Gautama, mengatakan, PRUSehat dan PRUSehat Syariah merupakan jawaban untuk memberikan perlindungan kesehatan dengan banyak manfaat, juga sekaligus meringankan beban dan tantangan finansial yang dihadapi anak muda di Indonesia.

"PRUSehat memperluas akses proteksi syariah bagi masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda yang sadar akan pentingnya perencanaan keuangan dan proteksi kesehatan," kata Vivin dalam acara peluncuran PRUSehat dan  di Jakarta, Kamis 24 April 2025.

Ia membeberkan, bahwa produk ini mencakup perlindungan dan pelayanan termasuk rawat inap, rawat jalan untuk beberapa penyakit tertentu seperti tifus, DBD, kanker, dan perawatan cuci darah.

Nasabah juga dapat memperoleh layanan keehatan di lebih 1.700 jaringan rumah sakit PRUPriority Hospitals di berbagai wilayah di Indonesia, yang 359 di antaranya dapat dilakukan dengan metode cashless.

Ke depannya perusahaan juga berupaya untuk mengembangkan layanan digital agar banyak generasi muda mengakses informasi dan layanan asuransi dengan melalui PRUServices.

Chief Health Officer Prudential Indonesia, Yosie William Iroth, menekankan peluncuran PRUSehat adalah bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung generasi muda agar lebih sehat dan mandiri secara finansial.

“Kami memahami bahwa anak muda dan keluarga muda sering menghadapi tantangan dalam menjaga kesehatan dan stabilitas keuangan, apalagi dengan tingginya inflasi medis yang diperkirakan mencapai 19 persen pada 2025,” ujarnya.

Menurutnya produk ini juga hadir sebagai respons terhadap survei TGM Research 2024 yang menunjukkan 84 persen masyarakat Indonesia, terutama dari kalangan muda, khawatir terhadap biaya hidup yang semakin tinggi.

Selain itu, survei Populix mencatat peningkatan minat anak muda terhadap produk asuransi, seiring dengan kesadaran akan pentingnya perlindungan diri.

Misalnya, dalam kasus DBD dengan biaya pengobatan Rp19 juta di jaringan RS PRUPriority Hospitals, nasabah hanya perlu menanggung Rp1 juta, dan sisanya akan ditanggung oleh perusahaan sesuai ketentuan polis.

“Lewat produk ini, kami berharap dapat membantu generasi muda Indonesia menjadi lebih produktif dan sejahtera, serta berkontribusi dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” tandas Yosie.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Koperasi Berbasis Masjid Diharap Bangkitkan Ekonomi Lokal

Sabtu, 14 Maret 2026 | 18:02

Ramadan Momentum Menguatkan Solidaritas Sosial

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:44

Gerebek Rokok Ilegal Tanpa Tersangka, PB HMI Minta Dirjen Bea Cukai Dievaluasi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:21

Mudik Arah Timur, Wakapolri: Ada Peningkatan Volume Kendaraan Tapi Lancar

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:08

Rencana Libatkan TNI Berantas Terorisme Kaburkan Fungsi Keamanan dan Pertahanan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 16:46

Purbaya: Ramalan Ekonomi RI Hancur di TikTok dan YouTube Tak Lihat Data

Sabtu, 14 Maret 2026 | 16:21

KPK Tetapkan 2 Tersangka OTT di Cilacap

Sabtu, 14 Maret 2026 | 15:58

Komisi III DPR Minta Negara Tanggung Penuh Biaya Pengobatan Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38

AS Pastikan Harga Minyak Dunia Tak akan Tembus 200 Dolar per Barel

Sabtu, 14 Maret 2026 | 13:55

Amerika Salah Perhitungan dalam Perang Melawan Iran

Sabtu, 14 Maret 2026 | 13:43

Selengkapnya