Berita

Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar saat meninjau program MBG/Ist

Politik

Cak Imin Desak Kemenkes Investigasi Keracunan MBG

KAMIS, 24 APRIL 2025 | 14:57 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Banyaknya siswa yang keracunan makanan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Cianjur, Jawa Barat, menjadi sorotan Menteri Koordinator bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar.

Sosok yang akrab disapa Cak Imin itu meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan investigasi terhadap kasus keracunan yang dialami para peserta didik.

"Itu harus dicek sumber utamanya. Kami meminta masyarakat tetap tenang," katanya lewat keterangan resmi, Kamis 24 April 2025.


Ketua Umum PKB itu meminta Kemenkes menelusuri kasus ini sehingga bisa diketahui penyebab keracunan yang dialami puluhan siswa di Kabupaten Cianjur itu.

Terkait apakah keracunan disebabkan karena proses di dapur atau ketika proses distribusi, mantan Wakil Ketua DPR RI bidang Korkesra itu tak mau berspekulasi.

"Itu harus dicek sumber utamanya. Kemenkes harus mengecek sumber utamanya, apakah dari dapurnya atau proses angkutannya atau dari tempat lainnya," beber Cak Imin.

Dia juga meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur untuk melakukan langkah-langkah cepat dalam melacak penyebab keracunan tersebut. Hasil laboratorium sangat penting untuk menjawab kasus ini.

"Laboratorium dinas kesehatan daerah harus mengambil langkah-langkah cepat supaya kita tenang," jelas politisi kelahiran Jombang, Jawa Timur itu.

Cak Imin mengajak masyarakat untuk menunggu hasil investigasi yang dilakukan Kemenkes. Masyarakat tidak perlu khawatir dengan program MBG yang menjadi andalan Presiden Prabowo Subianto.

"Kita tunggu hasil investigasi dari Kemenkes. Masyarakat tetap tenang dan tidak perlu khawatir," tandasnya.

Sebelumnya, sebanyak 78 siswa mengalami gejala keracunan setelah menyantap MBG. Mereka berasal dari dua sekolah. 55 siswa MAN 1 Cianjur dan 23 lainnya siswa SMP PGRI 1 Cianjur. Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur pun menetapkan kejadian luar biasa (KLB) terhadap kondisi tersebut.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya