Berita

Robot humanoid "Tiangong" berpartisipasi bersama pelari manusia di E-Town Half Marathon & Humanoid Robot Half Marathon di Beijing, Tiongkok/Net

Tekno

Robot Tiangong Ultra Juara Maraton, Punya Kaki Panjang dan Algoritma

SELASA, 22 APRIL 2025 | 16:33 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

China baru-baru ini mengadakan lomba lari maraton di Yizhuang, Beijing. Yang menarik, selain ribuan peserta manusia, ada 21 robot humanoid yang ikut berlari sejauh 21 km. 

Robot-robot ini berasal dari perusahaan Tiongkok seperti DroidUP dan Noetix Robotics. Ukurannya bervariasi, ada yang lebih pendek dari 120 cm dan ada juga yang setinggi 1,8 meter. Salah satu perusahaan bahkan mengklaim robot buatannya sangat mirip manusia, lengkap dengan wajah feminin, bisa berkedip, dan tersenyum. 

Sebelum perlombaan, beberapa perusahaan sudah menguji coba robot mereka selama berminggu-minggu. Pemerintah Beijing menyebut acara ini lebih mirip balapan mobil, karena butuh dukungan dari tim teknis dan sistem navigasi. 


"Robot-robot ini berjalan sangat baik dan stabil. Rasanya seperti sedang menyaksikan evolusi robot dan kecerdasan buatan," ujar He Sishu, penonton yang juga bekerja di bidang AI, seperti dikutip Reuters, Selasa, 22 April 2025. 

Robot-robot itu didampingi pelatih manusia, bahkan ada yang perlu membantu secara fisik saat lomba berlangsung. 

Beberapa robot memakai sepatu lari, ada yang mengenakan sarung tinju, dan satu robot tampil dengan ikat kepala merah bertuliskan "Terikat untuk Menang" dalam bahasa Mandarin. 

Robot yang jadi juara adalah Tiangong Ultra, buatan Beijing Innovation Center of Human Robotics, dengan waktu tempuh 2 jam 40 menit. Sebagai perbandingan, juara maraton untuk kategori pria mencatat waktu 1 jam 2 menit. 

Pusat inovasi ini 43 persen dimiliki oleh dua perusahaan milik negara. Sementara sisanya dimiliki oleh perusahaan teknologi besar Xiaomi dan UBTech, produsen robot humanoid ternama di China. 

Menurut Tang Jian, kepala teknologi di pusat robotika itu, keunggulan Tiangong Ultra berasal dari kakinya yang panjang dan algoritma khusus yang membuatnya bisa meniru gerakan lari manusia. 

"Saya tidak bermaksud menyombongkan diri, tapi menurut saya belum ada perusahaan robotik di Barat yang bisa menandingi prestasi olahraga Tiangong," ujar Tang. Ia juga menyebutkan bahwa robot hanya perlu mengganti baterai sebanyak tiga kali selama lomba. 

Alan Fern, profesor ilmu komputer, kecerdasan buatan, dan robotika di Oregon State University, mengatakan bahwa perlombaan semacam itu membutuhkan "terobosan AI", perangkat lunak yang memungkinkan robot humanoid untuk berjalan dikembangkan dan didemonstrasikan lebih dari lima tahun yang lalu. 

"Perusahaan-perusahaan China benar-benar fokus memamerkan kemampuan berjalan, berlari, menari, dan kelincahan lainnya," kata Fern. 

"Secara umum, ini adalah demonstrasi yang menarik, tetapi tidak menunjukkan banyak hal mengenai kegunaan pekerjaan yang bermanfaat atau jenis kecerdasan dasar apa pun," ujarnya.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Polri Usut Potensi Pidana Anjloknya IHSG, Diduga Kuat Akibat Saham Gorengan

Jumat, 30 Januari 2026 | 22:12

Penyidik Kejagung Sita Dokumen dari Rumah Bekas Menhut Siti Nurbaya

Jumat, 30 Januari 2026 | 22:07

Suplai MBG, Kopontren Al-Kautsar Patut Dicontoh

Jumat, 30 Januari 2026 | 22:01

Pengacara Yaqut Sebut Bos Maktour Travel Fuad Hasan Bohong Soal Terima Hadiah Kuota Haji

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:58

Dirut BEI Mundur Hanya Redam Tekanan Jangka Pendek

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:49

Kapolri Pimpin Sertijab Pati dan Kapolda, Cek Siapa Saja?

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:47

SPPG Tak Boleh Asal-asalan Siapkan Menu MBG saat Ramadan

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:30

Program Mangrove BNI Perkuat Lingkungan dan Ekonomi Pesisir Banyuwangi

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:26

Giliran Mirza Adityaswara Mundur dari OJK, Total 4 Komisioner Pamit Beruntun

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:19

Yaqut Bantah Kasih Jatah Kuota Haji Khusus Maktour Travel

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:10

Selengkapnya