Berita

Ilustrasi/RMOL via AI

Bisnis

Dolar AS Terpuruk, Sentuh Titik Terendah 3 Tahun

SELASA, 22 APRIL 2025 | 08:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dolar Amerika Serikat (AS) jatuh ke level terendah dalam tiga tahun. 

Kekesalan Presiden AS Donald Trump serta komentarnya kepada Chairman Federal Reserve, membuat pasar khawatir terhadap independensi bank sentral, yang membuat nilai Dolar terjerembab.

Trump meningkatkan kritiknya terhadap Chairman Fed Jerome Powell melalui media sosial, menyebutnya sebagai "major loser" dan menuntut agar dia segera menurunkan suku bunga.


Indeks Dolar (Indeks DXY), ukuran greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya, merosot hingga 97,923 pada sesi Senin 21 April 2025 atau Selasa pagi WIB. 

Mata uang tersebut juga jatuh ke level terendah dalam satu dekade terhadap Franc Swiss, merosot lebih dari 1,5 persen menjadi 0,8063.

Terhadap Euro, Dolar AS juga anjlok. Euro memuncak di 1,1535 Dolar AS, level tertinggi sejak November 2021.

Sebagian besar pasar Eropa dan Australia serta Hong Kong tutup untuk Senin Paskah. Sementara pada Jumat lalu, sebagian besar pasar global telah tutup lebh dulu. 

Dolar AS juga menyentuh level terendah tujuh bulan terhadap Yen, dan terakhir mencapai level 140,66. Data CFTC menunjukkan net-long position pada Yen Jepang mencapai rekor tertinggi untuk minggu yang berakhir pada 15 April.

Poundsterling melejit ke level tertinggi dan berakhir di level 1,34 Dolar AS. Dolar Australia juga mencapai posisi tertinggi empat bulan di 0,6430 Dolar AS. 

Yuan di pasar onshore melonjak ke level tertinggi dua minggu sebelum memangkas sebagian dari kenaikan tersebut. Yuan di pasar offshore terakhir berada di posisi 7,2931 per Dolar AS.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya