Berita

Paus Fransiskus di Vatikan/Ist

Dunia

Setelah Paus Fransiskus Wafat, Vatikan Bakal Pilih Pemimpin Baru Lewat Konklaf

SENIN, 21 APRIL 2025 | 17:05 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Paus Fransiskus, pemimpin spiritual Gereja Katolik Roma, wafat dalam usia 88 tahun pada Senin, 21 April 2025, setelah menjabat selama 12 tahun. 

Kepergiannya menandai dimulainya salah satu tradisi tertua dan paling sakral dalam sejarah Gereja: pemilihan Paus baru.

Sebagai pemimpin lebih dari 1,4 miliar umat Katolik di seluruh dunia, Paus Fransiskus dikenal karena pendekatannya yang sederhana dan penuh kasih, serta usahanya memperbarui wajah Gereja di era modern.


Ia juga meninggalkan warisan reformasi, termasuk perubahan dalam tata cara pemakaman kepausan.

“Paus Fransiskus telah memilih untuk dimakamkan dalam peti kayu sederhana yang dilapisi seng, menolak prosesi megah yang biasanya menyertai pemakaman seorang Paus,” ujar juru bicara Vatikan, seperti dimuat BBC.

“Ia bahkan meminta agar tubuhnya tidak ditaruh di catafalque, sebagai bentuk penghormatan terhadap kesederhanaan dan kedekatannya dengan umat," tambah sumber tersebut. 

Prosesi penghormatan terakhir akan dilakukan di Basilika St. Mary Major, bukan di dalam Vatikan, menjadikannya Paus pertama dalam lebih dari satu abad yang dimakamkan di luar tanah suci kepausan tersebut.

Kini, sorotan dunia tertuju pada Dewan Kardinal, badan yang terdiri dari para pejabat tertinggi Gereja. 

Dari 252 kardinal yang ada saat ini, 138 di antaranya memenuhi syarat untuk memilih Paus baru dalam konklaf rahasia yang akan berlangsung di Kapel Sistina.

“Kami percaya proses ini adalah bagian dari rencana ilahi. Dalam keheningan dan doa, kami mencari bimbingan Roh Kudus untuk memilih gembala baru bagi umat," kata Kardinal Matteo Zorzi, salah satu peserta konklaf. 

Konklaf ini, seperti tradisi yang telah berlangsung selama berabad-abad, berlangsung tertutup dari publik. 

Satu-satunya tanda bagi dunia luar tentang hasil pemungutan suara adalah asap yang muncul dari cerobong Kapel Sistina: hitam berarti belum ada keputusan, dan putih menandakan Paus baru telah dipilih.

Jika sejarah menjadi petunjuk, kemungkinan besar Paus berikutnya akan berasal dari Eropa, dengan Italia sebagai kandidat utama, meskipun pemilihan Paus Fransiskus yang berasal dari Argentina pada tahun 2013 telah membuka pintu bagi keragaman geografis yang lebih besar.

Setelah Paus terpilih, dunia akan mendengar pengumuman tradisional dari balkon Basilika Santo Petrus: "Habemus Papam" yang berarti “Kita memiliki seorang Paus.” 

Lalu sang Paus baru akan tampil di hadapan dunia, memperkenalkan dirinya dengan nama kepausan yang dipilihnya.

Dalam waktu yang penuh harap ini, umat Katolik di seluruh dunia bersatu dalam doa, menantikan siapa yang akan meneruskan tongkat estafet kepemimpinan spiritual dari Paus Fransiskus, sosok yang telah membentuk Gereja dengan kasih, kesederhanaan, dan keberanian.

“Pemilihan Paus bukan hanya peristiwa Gereja, tetapi momen penting bagi seluruh dunia. Siapa pun yang terpilih nanti, kami berharap ia melanjutkan semangat inklusi dan pembaruan yang telah ditanamkan oleh Paus Fransiskus," ujar Pastor Louis Mendes dari São Paulo.

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

UPDATE

Banjir, Macet, dan Kemiskinan di Jakarta Mendesak Dituntaskan

Senin, 23 Februari 2026 | 06:07

Jokowi Memang sudah Selesai, Tapi Masih Ada Gibran dan Kaesang

Senin, 23 Februari 2026 | 05:39

Tiga Waria Positif HIV Usai Terjaring Razia di Banda Aceh

Senin, 23 Februari 2026 | 05:28

Penakluk Raksasa

Senin, 23 Februari 2026 | 05:13

Kisah Tragis Utsman bin Affan: 40 Hari Pengepungan, Satu Mushaf Berdarah

Senin, 23 Februari 2026 | 04:26

Kebangkitan PPP Dimulai dari Jabar

Senin, 23 Februari 2026 | 04:10

Prabowo Tak Beruntung terkait Tarif Trump

Senin, 23 Februari 2026 | 04:05

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Tembok Ratapan Solo Jadi Potret Wajah Kekuasaan Jokowi yang Memudar

Senin, 23 Februari 2026 | 03:27

Persib Kokoh di Puncak Klasemen Usai Tekuk Persita 1-0

Senin, 23 Februari 2026 | 03:00

Selengkapnya