Berita

Ilustrasi/Ist

Bisnis

Cawe-cawe Trump di Bank Sentral Harus Dihindari

SENIN, 21 APRIL 2025 | 11:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Hubungan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan Gubernur Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed), Jerome Powell, kembali memanas. 

Pekan lalu, Trump merasa frustasi karena Fed tidak kunjung bergerak untuk menurunkan suku bunga, tidak seperti Bank Sentral Eropa. Beberapa pihak mengatakan bahwa Trump kemungkinan besar ada rencana untuk menyudahi peran Powell di The Fed.

Kemudian Trump menulis di media sosial bahwa "pemberhentian Powell tidak akan datang cukup cepat!"


Belum jelas apakah itu berarti Trump bermaksud mencari cara untuk memecat kepala Fed, atau hanya ingin masa jabatan Powell berakhir sesuai jadwal pada Mei 2026.

Dasar hukum pemecatan ketua Federal Reserve, yang terstruktur agar independen dari politik, dipertanyakan. Komentar Trump sekali lagi menandakan dorongan presiden untuk memiliki lebih banyak kendali atas semua cabang pemerintahan AS.

Presiden Federal Reserve Bank (The Fed) of Chicago Austan Goolsbee pun menyoroti hal itu. Menurutnya, upaya untuk mengekang independensi bank sentral harus diberantas. Komentarnya muncul tak lama setelah Trump menyatakan ketidaksenangannya dengan Powell.

"Ada suara bulat di antara para ekonom bahwa independensi moneter dari campur tangan politik,  benar-benar penting," kata Goolsbee di CBS' Face the Nation, dikutip dari Bloomberg, Senin 21 April 2025.

"Saya sangat berharap agar kita tidak menempatkan diri kita sendiri ke dalam lingkungan di mana independensi moneter dipertanyakan," kata Goolsbee. "Itu akan merusak kredibilitas The Fed."

Goolsbee mengatakan bahwa di negara-negara di mana bank sentral tidak memiliki independensi moneter, "faktanya adalah, tingkat inflasi lebih tinggi, pertumbuhan lebih lambat, pasar kerja lebih buruk".

Direktur Dewan Ekonomi Nasional Kevin Hassett mengatakan, Trump dan timnya sedang mempelajari apakah Powell dapat digulingkan.

Powell sendiri pernah mengatakan,  bahwa ia tidak akan pensiun sebelum masa jabatannya berakhir, dan menegaskan kembali di Economic Club of Chicago pada tanggal 16 April bahwa independensi bank sentral "adalah masalah hukum", dan bahwa "kami tidak dapat dicopot kecuali karena suatu alasan".

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Tak Sekadar Acara Formal. Mubes BMK 1957 Hadirkan City Tour di Semarang

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:23

BPS Catat Inflasi 2,88 Persen pada Juli 2026, Ini Biang Keroknya

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:22

Fahira Idris Desak Pemprov DKI Perkuat Antisipasi Puncak Kemarau

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:09

Usulan RUU LGSP MUI Jadi Ujian Keseriusan DPR dan Pemerintah

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:06

Provokasi Bangkrut dari ‘De Volkskrant’

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:02

Dewas Soroti Ratusan Pemberitahuan Pro Justitia KPK Terlambat Disampaikan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:58

Ponpes Tambakberas Libatkan Santri Jadi Relawan Muktamar NU

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:49

Prabowo Akan Terima Kunjungan PM Thailand di Istana Merdeka Sore Ini

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:46

Indonesia Catat Deflasi 0,14 Persen di Juli 2026, Dipicu Harga Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:45

Tiga Masalah Utama Pemicu Turunnya Kepuasan terhadap Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:21

Selengkapnya