Berita

Aksi demo warga Melbourne dukung Palestina di Bourke Street pada Minggu, 29 April 2025/Tangkapan Layar RMOL

Dunia

Ratusan Warga Melbourne Turun ke Jalan Dukung Palestina

MINGGU, 20 APRIL 2025 | 11:45 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Ratusan warga turun ke jalan dalam aksi demonstrasi damai bertajuk "Save Palestine" yang digelar di pusat kota Melbourne, Australia, pada Minggu, 20 April 2025. 

Pantauan langsung koresponden RMOL di Melbourne, aksi solidaritas ini dimulai sekitar pukul 10.18 WIB atau 13.18 waktu setempat. 

Demonstran berjalan dari Bourke Street dan mengambil rute keliling di sekitar kawasan Central Business District (CBD).


Mereka tampak kompak mengenakan atribut Palestina, seperti bendera, syal, dan pamflet-pamflet berisi seruan perdamaian.

Suasana aksi diwarnai dentuman drum dan pekikan yel-yel pro-Palestina yang menggema di antara kerumunan massa.

"Free free Palestine!" bunyi seruan tersebut. 

Aksi ini berlangsung secara tertib dan damai. Sejumlah aparat kepolisian berseragam lengkap terlihat berjaga di belakang barisan demonstran, memastikan jalannya aksi tetap aman dan terkendali.

Demonstrasi ini merupakan bagian dari gelombang solidaritas internasional yang terus menggema di berbagai penjuru dunia sebagai respons atas konflik yang terus berlangsung di wilayah Palestina.

Serangan militer Israel di Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah mengakibatkan sedikitnya 51.000 koran tewas, sebagian besar merupakan perempuan dan anak-anak, sementara 114.776 lainnya terluka.

Di sisi lain, data PBB menunjukkan bahwa sebanyak 409 pekerja kemanusiaan telah tewas sejak operasi darat Israel dimulai.

Foto-foto yang diambil dari Gaza menunjukkan kehancuran masif, reruntuhan rumah, jasad warga sipil yang tertimpa bangunan, dan para relawan yang berjuang menyelamatkan korban dari puing-puing. 

Alih-alih membuka akses bantuan, Israel melalui Menteri Pertahanan Israel Katz menegaskan bahwa pasukan mereka akan tetap berada di "zona keamanan" Gaza untuk waktu yang tidak ditentukan.

Ia juga menekankan bahwa Israel akan terus membatasi masuknya bantuan sebagai bentuk tekanan terhadap Hamas.

Di sisi lain, Hamas menolak membebaskan para sandera yang tersisa tanpa adanya penarikan penuh Israel dari Gaza dan tercapainya gencatan senjata yang langgeng.

Usaha gencatan senjata yang sempat dirancang sebelumnya pun gagal di tengah jalan, meninggalkan harapan yang kembali memudar di tengah penderitaan warga sipil.

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

ASEAN di Antara Badai Geopolitik

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:44

Oknum Brimob Bunuh Pelajar Melewati Batas Kemanusiaan

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:32

Bocoran Gedung Putih, Trump Bakal Serang Iran Senin atau Selasa Depan

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:24

Eufemisme Politik Hak Dasar Pendidikan

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:22

Pledoi Riva Siahaan Pertanyakan Dasar Perhitungan Kerugian Negara

Minggu, 22 Februari 2026 | 18:58

Muncul Framing Politik di Balik Dinamika PPP Maluku

Minggu, 22 Februari 2026 | 18:22

Bank Mandiri Perkuat UMKM Lewat JuraganXtra

Minggu, 22 Februari 2026 | 17:51

Srikandi Angudi Jemparing

Minggu, 22 Februari 2026 | 17:28

KPK Telusuri Safe House Lain Milik Pejabat Bea Cukai Simpan Barang Haram

Minggu, 22 Februari 2026 | 16:43

Demi Pengakuan, Somaliland Bolehkan AS Akses Pangkalan Militer dan Mineral Kritis

Minggu, 22 Februari 2026 | 16:37

Selengkapnya