Berita

Presiden China Xi Jinping di Bandara Phnom Penh, Kamboja pada Jumat 18 April 2025/AP

Global

Xi Jinping Akhiri Tur Tiga Negara ASEAN Tanpa Singgah ke Indonesia

SABTU, 19 APRIL 2025 | 14:03 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Di tengah perang dagang antara China dan Amerika Serikat (AS) yang memanas, Presiden Xi Jinping memilih menuntaskan lawatan luar negerinya ke tiga negara Asia Tenggara.

Dalam lawatannya yang dimulai pada 15 April 2025 hingga 18 April 2025, Xi berkunjung ke Vietnam, Malaysia, dan Kamboja namun melewatkan Indonesia.

Xi memulai perjalanannya ke Vietnam pada Senin, di mana ia menyerukan perlawanan terhadap tekanan tarif dari AS. Kepada para pemimpin Vietnam, Xi menegaskan pentingnya menjaga kestabilan sistem perdagangan global dan rantai pasok. 


Ia juga menyampaikan bahwa pasar China tetap terbuka bagi Vietnam, yang merupakan pengimpor produk China terbesar di kawasan dengan nilai impor mencapai 161,9 miliar Dolar AS.

"Pasar raksasa China selalu terbuka untuk Vietnam. China dan Vietnam harus memperkuat fokus strategis dan bersama-sama menentang perundungan unilateral," ujar Xi, dikutip AP, Sabtu 19 April 2025.

Dari Hanoi, Xi melanjutkan kunjungannya ke Malaysia pada Selasa. Di sana, ia bertemu Perdana Menteri Anwar Ibrahim dan Raja Malaysia Sultan Ibrahim. 

Kunjungan ini menjadi yang pertama sejak 12 tahun terakhir. Selain membahas isu perdagangan, kedua pemimpin juga menyinggung krisis kemanusiaan di Jalur Gaza. Xi dan Anwar menyerukan perlindungan terhadap hak rakyat Palestina dan menolak pemindahan paksa warga Gaza.

"Perdana Menteri Anwar Ibrahim dan Presiden Xi Jinping menekankan bahwa Gaza milik warga Palestina dan tak bisa dicabut sebagai bagian dari wilayah Palestina," demikian pernyataan bersama itu, seperti dikutip Al Jazeera.

Tur ditutup di Kamboja, tempat Xi tiba pada Kamis dan disambut oleh Raja Norodom Sihamoni. Dalam kunjungannya, Xi mengajak Kamboja menolak proteksionisme yang merugikan ekspor kedua negara ke AS. 

“(Kami) mengajak Kamboja untuk menolak proteksionisme karena tarif AS yang mengancam kedua negara,” kata Xi.

Ia juga menyoroti pentingnya kerja sama memberantas kejahatan penipuan daring yang kerap dijalankan sindikat asal China di kawasan tersebut.

Ketiadaan Indonesia dalam daftar kunjungan Xi menimbulkan tanda tanya, mengingat hubungan bilateral kedua negara selama ini cukup erat. 

Tidak ada penjelasan resmi dari Beijing terkait keputusan ini, namun langkah tersebut bisa mencerminkan pergeseran fokus diplomatik China di tengah dinamika geopolitik kawasan.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya