Berita

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Zulfikar Arse Sadikin/RMOL

Politik

Presiden Bisa Angkat dan Copot ASN Kalau Tidak Netral, Begini Penjelasan Pimpinan Komisi II

KAMIS, 17 APRIL 2025 | 18:35 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Isu mengenai tidak netralnya ASN dalam perhelatan pemilu, menjadi salah satu pertimbangan munculnya kebijakan presiden bisa mengangkat dan mencopot ASN hingga tingkat kabupaten dan provinsi.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Zulfikar Arse Sadikin menjelaskan, pada dasarnya kewenangan presiden selaku Kepala Pemerintahan berhak melakukan itu. Namun Komisi II berpandangan, karena saat ini sistem pemerintahan sudah didesentralisasi menjadi negara kesatuan, maka parlemen ingin melaksanakan otonomi seluas-luasnya.

“Dan itu selama ini telah menjadi kewenangan pejabat pembina kepegawaian di daerah, bupati, walikota, dan gubernur. Kalau itu mau ditarik kembali apakah tidak menafikan konstitusi kita,” kata Zulfikar Arse Sadikin di Gedung Nusantara II, Komplek DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis 17 April 2025.


Terkait ada kesan presiden ingin memegang kendali hingga tingkat daerah, Zulfikar mengatakan, sejak lama aturan tersebut sudah berlaku sebelum adanya amandemen UUD 1945.

“Pada awalnya kan begitu kalau negara kesatuan concentration of power and responsibility upon president. Dulu sebelum ada amandemen, tapi setelah ada amandemen lain cerita,” katanya.

Ketika ditanya soal tugas presiden akan bertambah banyak lantaran ikut mengurusi pencopotan dan pengangkatan pejabat hingga tingkat daerah, Legislator dari Fraksi Partai Golkar ini berpendapat, jika ada sesuatu yang kurang namun sudah diputus presiden, bisa diperbaiki.

“Justru itu ketika ada desentralisasi dan otonomi kan ada pendelegasian wewenang sebenarnya tinggal diperbaiki saja cara mereka itu menjalankan kewenangannya lebih baik. Dulu kita menghadirkan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN),” tuturnya.

Ia menambahkan isu KASN bakal bangkit kembali tidak ada dalam pembahasan RUU ASN.

“Itu dia, isu itu tidak kita dengar di rencana itu,” tutupnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya