Berita

Mendiang Yudhistira ANM Masardi/Ist

Nusantara

Mengunci Ingatan Yudhistira ANM Masardi di PDS H.B. Jassin

KAMIS, 17 APRIL 2025 | 12:49 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Yudhistira ANM Massardi adalah sosok seorang penyair, jurnalis, dan pendidik, yang turut mewarnai dinamika kesusasteraan Indonesia. 

Yudhistira dikenal sebagai penulis novel "Arjuna Mencari Cinta" dan puisi "Biarin" "Sajak Sikat Gigi",  dan "Rudi Jalak Gugat".

Untuk mengenang karya Yudhistira yang wafat pada 2 April 2024, akan digelar apresiasi di Pusat Dokumen Sastra (PDS) H.B. Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat pada Kamis malam, 17 April 2025 pukul 18.00 WIB.


Acara tersebut rencananya dihadiri keluarga terdekat, antara lain istri mendiang Yudhistira, Siska dan anaknya: Iga, Taya, dan Kafka. Juga saudara kembar mendiang yaitu Noorca Massardi, dan saudara kandungnya Adhie Massardi.

Pameran juga akan dihadiri undangan khusus, antara lain Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, dan Kepala Dinas Perpustakan dan Kearsipan DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat. 

Sedangkan pameran untuk umum baru akan dibuka pada Sabtu pagi, 19 April 2025 pukul 09.00 WIB.

Pameran yang digelar hingga 8 Mei mendatang ini menyajikan beberapa puisi Yudhistira yang terbentang di antara ruangan PDS H.B. Jassin  di lantai 4 Gedung Ali Sadikin. 

Ada pula karya mendiang berupa buku, cerpen yang dikirim ke media massa, termasuk lukisan-lukisan.

Dipamerkan juga nukilan biografi, termasuk tulisan pendek hingga artikel para pengamat dan sastrawan dari H.B. Jassin, Harry Aveling, Goenawan Mohamad, Seno Gumira Ajidarma, Putu Wijaya, Halim HD, Bandung Mawardi, Adri Darmaji Woko hingga Renny Djajoesman.

"Pameran karya Yudhistira ANM Massardi tak sekadar mengenang sebagai sosok suami dan ayah yang penuh kehangatan cinta serta menjadi ensiklopedi maupun penuntun dalam mengarungi kehidupan," kata Ariany Isnamurti, kurator untuk pameran ini melalui siaran persnya, Kamis 17 April 2025.

Ariany mengatakan, pameran ini lebih bermakna bagi masyarakat luas tentang pentingnya dokumentasi untuk mengapresiasi karya mendiang berupa puisi, cerpen, novel, esai, serta lukisan yang mencerminkan pemikiran, estetika serta perjalanan intelektual dan kultural Yudhistira. 

Ariany yang merupakan Kepala Pelaksana PDS H.B. Jassin periode 2011-Februari 2018 ini mengaku dibantu oleh tim kurator Sihar Ramses Simatupang, Agus Firmansyah, dan Aditya Irawan untuk mengerjakan persiapan pameran selama tiga bulan. 

"Sosok dan nama Yudhistira ANM Massardi merupakan energi besar dalam sejarah kepenyairan di Indonesia pada tahun 1970-an," kata Ariany. 

Di lokasi pameran, ada satu area menyajikan khusus novel Yudhistira yang berjudul "Arjuna Mencari Cinta" terbitan Jakarta Cypress pada 1977. 

"Ada juga informasi napak tilas Mas Yudhis pada masa kecil di Subang, persentuhan magma sastra di Yogyakarta dan pergumulannya di kawah candradimuka Bulungan, kiprah jurnalistik di Jakarta hingga pengabdiannya di dunia pendidikan di Bekasi hingga akhir hayat," pungkas Ariany.


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Gol Dramatis Lautaro Martínez Bawa Argentina ke Final

Kamis, 16 Juli 2026 | 04:20

KPK Watch Dorong DPR Percepat Bahas RUU Perampasan Aset

Kamis, 16 Juli 2026 | 04:03

Klaster Asabri-Jiwasraya dari Suap, Gratifikasi, hingga Pencucian Uang

Kamis, 16 Juli 2026 | 03:30

Pecat Jaksa Agung ST Burhanuddin!

Kamis, 16 Juli 2026 | 03:08

Pemilu 2029 Inkonstitusional Jika UU Pemilu Tak Direvisi

Kamis, 16 Juli 2026 | 03:04

Gus Miftah Terima Uang Haram Rp100 Juta? Ah, Jangan Bercanda

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:40

Fahira Idris: Ancaman Bom Bukan Candaan!

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:08

Kasus Febrie Adriansyah Berpeluang Antiklimaks

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:00

Dominasi Agrinas di KDKMP Membahayakan Desa

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:00

Kejagung Bikin Dagelan Kasus Febrie Adriansyah

Kamis, 16 Juli 2026 | 01:18

Selengkapnya