Berita

Ilustras emas Antam/Net

Bisnis

Tren Investasi Emas Angkat Bisnis Jastip, Penjualan Capai Ratusan Juta

RABU, 16 APRIL 2025 | 21:53 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Lonjakan minat masyarakat terhadap emas sebagai sarana investasi membuka peluang baru bagi pelaku usaha jasa titip (jastip). Salah satunya dirasakan Cikita Damayanti, pemilik Cikiteeny Shop yang kini beralih dari jastip makeup dan fashion ke jastip emas Antam.

Awalnya, Cikita hanya mencoba peruntungan di bisnis ini untuk mengisi waktu senggang sekaligus membeli emas sebagai investasi pribadi. Namun, tanpa disangka, permintaan dari orang-orang terdekat hingga pelanggan umum terus meningkat signifikan.

"Awalnya iseng buka jastip emas, ternyata minatnya tinggi juga, terutama dari orang-orang sekitar," kata Cikita kepada RMOL, Rabu 16 April 2025.


Menurut perempuan 27 tahun itu, perputaran dalam bisnis emas lebih cepat dan menguntungkan. Dalam satu kali pembukaan batch jastip, ia bisa meraup keuntungan bersih hingga Rp2 juta, dengan modal yang relatif kecil. 

Meski begitu, menurut Cikita, usaha ini tetap menuntut ketekunan. Terutama saat harus mengantre untuk mendapatkan nomor urut pembelian demi menjaga kepercayaan pelanggan.

"Kurang lebih Rp2 juta itu untuk yang sudah bersih, untuk pendapatannya per satu kali open batch gitu. Tapi modalnya juga sih ya enggak begitu besar, paling untuk modal effort mengantre aja," papar Cikita.

Namun, Cikita mengakui ada tantangan tersendiri dalam jastip emas, khususnya saat pasokan emas batangan, seperti Antam, mulai langka di pasaran akibat tingginya permintaan. Ia menduga kondisi ini dipicu oleh kepanikan pasar menyusul tarif baru Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

"Kalau dilihat sekarang memang banyak banget yang beli emas, mungkin karena ada isu (tarif) Trump, jadi peminatnya cukup drastis," jelasnya.

Adapun penjualan tertinggi Cikiteeny Shop sempat menembus angka Rp184 juta, dengan sebagian besar pelanggan membeli emas dalam ukuran 2 gram, 5 gram, hingga 10 gram, dengan sistem inden.

Meski sistem pemesanannya menggunakan metode tersebut, Cikita merasa beruntung karena tidak perlu mengantre seperti pembeli umum yang harus bersaing dengan lonjakan permintaan.

"Memang sudah menjelaskan di awal sistemnya seperti apa, untuk proses pesanannya, sistem inden dalam waktu 20 hari kerja gitu. Jadi barang itu akan ready setelah 20 hari kerja, 20 hari kerja itu batas maksimal," tutupnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Jawapos TV Tumbang, Televisi dan Radio Daerah Berguguran

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:24

UPDATE

Nicko Widjaja: Investasi ke TaniHub Bukan Kehendak Pribadi

Kamis, 04 Juni 2026 | 22:07

Bos BEI Minta Investor Tidak Panik saat IHSG Anjlok

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:57

Di Tengah Gejolak Global, Investor AS Tetap Lirik Peluang di Bali

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:56

Pimpinan Baru BGN Fokus Optimalkan MBG ke Daerah 3T

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:36

Istana Beri Sinyal Said Iqbal Bakal Masuk Kabinet

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:29

Kejagung: Dapur MBG Afiliasi Dadan Cs Tetap Jalan

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:22

Legislator PDIP Dorong Kejelasan Skala Prioritas Kurikulum Nasional

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:19

Sinergi Polda Sumsel, PTPN IV Optimalkan Sistem Pengamanan Aset Perkebunan

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:19

Kepala dan Dua Wakil BGN Baru Dilantik Senin Besok

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:17

Sesuai Survei, Kinerja Pertamina Berhasil Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:13

Selengkapnya