Berita

Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Adies Kadir/RMOL

Politik

Waketum Golkar: Tidak Ada Matahari Kembar, Titik!

RABU, 16 APRIL 2025 | 19:15 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Anggapan bahwa saat ini ada "Matahari Kembar" lantaran ada dua pemimpin yang ditaati para menteri di pemerintahan, dipastikan tidak ada. 

Hal itu ditegaskan Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Adies Kadir, kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu, 16 April 2025. 

“Kita kan sudah jelas sistem pemerintahan ya, jadi Golkar melihat sistem pemerintahan kita itu kan ada presiden, ada wakil presiden. Presiden kita terpilih secara demokratis, Bapak Prabowo dan Pak Gibran. Jelas itu,” tegas Adies. 


Adies yang juga Wakil Ketua DPR RI ini juga menegaskan bahwa dalam konstitusi UUD 1945 sangat jelas bahwa hanya ada satu panglima tertinggi yaitu Presiden RI, yang sekarang dijabat Prabowo Subianto. 

“Jadi tidak ada itu istilah matahari kembar. Matahari kembar apa? Kan enggak mungkin, karena presiden kita satu, jelas. Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto. Udah, titik. Jadi jangan diperdebatkan lagi,” tegasnya lagi. 

Menurut Adies, jika ada menteri sowan dengan Presiden terdahulu sebelum Prabowo Subianto adalah sangat wajar. Apalagi pada momen Lebaran Idulfitri. 

“Jangankan ke Pak Jokowi, menteri-menteri juga pasti datang ke Pak SBY, ada yang juga ke Ibu Mega, mantan-mantan presiden. Kan datang semua mereka,” tuturnya. 

“Jadi saya rasa tidak ada lah itu matahari kembar. Yang ada hanya satu, Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto,” demikian Adies.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya