Berita

Ilustrasi/Ist

Nusantara

Bulog Harus Turun Tangan Atasi Penurunan Harga Gabah di Jatim

RABU, 16 APRIL 2025 | 03:13 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Harga Gabah Kering Panen (GKP) di sejumlah wilayah Jawa Timur dilaporkan turun di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram sesuai Peraturan Bapanas No. 2 Tahun 2024. 

Penurunan harga ini dikhawatirkan akan merugikan petani dan pelaku usaha penggilingan padi.

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Fraksi PDIP, Erma Susanti, menyampaikan bahwa penurunan harga ini tidak sesuai dengan ketentuan dan dapat menimbulkan gejolak pasar jika tidak segera diatasi.


“Kemarin kita temukan di bawah, ada masalah terkait dengan harga gabah yang saya pantau di beberapa tempat itu sudah di bawah Rp6.500 per kilo,” ujar Erma dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Selasa, 15 April 2025.

Ia menekankan pentingnya peran pemerintah, khususnya Bulog, untuk segera turun tangan menyerap hasil panen petani dengan harga yang sesuai agar tidak memicu dampak negatif terhadap inflasi dan ketersediaan beras.

“Ini yang perlu diantisipasi, jangan sampai panen raya menjadi pemicu gejolak harga. Kita sudah menghitung terkait lahan dan produktivitasnya, sehingga harus benar-benar terserap agar tidak mengganggu inflasi dan pasokan beras,” tegasnya.

Saat ini, Jawa Timur tengah memasuki masa panen padi dengan luas baku sawah mencapai 1.207.997 hektare, menyumbang 17,48 persen dari total produksi beras nasional. Namun, produksi padi sepanjang tahun 2024 tercatat mengalami penurunan menjadi 9,27 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), atau turun sebesar 4,53 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan ini sejalan dengan berkurangnya luas panen, yang tercatat hanya 1,62 juta hektare atau turun 4,78 persen dari tahun 2023. Jika dikonversi menjadi beras konsumsi, total produksi tahun 2024 menjadi 5,35 juta ton, turun dari 5,61 juta ton pada 2023.

Meski secara umum terjadi penurunan, beberapa daerah seperti Kabupaten Tuban justru mengalami peningkatan produksi, dengan total 523.067 ton GKG. Sebaliknya, wilayah seperti Gresik, Blitar dan Banyuwangi mencatatkan penurunan.

Erma menegaskan bahwa kesejahteraan petani harus menjadi perhatian utama dalam momentum panen raya ini.

“Kami ingin petani di Jawa Timur mendapatkan hasil yang layak dan berimbas pada stabilisasi pangan,” tutup politisi perempuan asal Dapil Blitar-Tulungagung tersebut.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya