Berita

Mitsubishi/Net

Bisnis

Mitsubishi Bekukan Ekspor Mobil ke AS Imbas Tarif Tinggi Trump

SELASA, 15 APRIL 2025 | 13:18 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kebijakan tarif impor tinggi yang diberlakukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai memukul industri otomotif global. 

Mitsubishi Motors menjadi salah satu produsen yang terkena dampak langsung dan kini memutuskan untuk menghentikan sementara pengiriman mobil ke Negeri Paman Sam.

Seperti dikutip dari Carscoops, Selasa 14 April 2025, langkah ini diambil untuk mengantisipasi tarif baru sebesar 25 persen yang dikenakan pada kendaraan impor utuh (CBU) dari luar negeri. Mitsubishi, yang seluruh modelnya di pasar AS adalah unit impor, memilih membekukan distribusi ke sekitar 330 dealernya di AS.


"Kami menahan kendaraan di pelabuhan sambil menunggu kepastian dari pemerintah AS," kata Senior Director for Communications and Events Mitsubishi North America Jeremy Barnes kepada Nikkei Asia.

Meski pengiriman dihentikan, Barnes menegaskan bahwa stok kendaraan Mitsubishi di AS masih mencukupi. Berdasarkan data dari Cox Automotive, perusahaan masih memiliki persediaan mobil untuk 79 hari ke depan—di atas rata-rata industri yang berada di angka 70 hari.

Mitsubishi juga masih tetap melakukan ekspor ke kawasan Amerika Utara, namun pengiriman khusus ke AS akan ditangguhkan sementara sampai ada pelonggaran atau kejelasan tarif. Di samping itu, hingga saat ini, belum ada keputusan terkait penyesuaian harga jual kendaraan kepada konsumen di AS.

Mitsubishi bukan satu-satunya produsen yang terdampak. Beberapa merek otomotif besar lainnya seperti Aston Martin, Audi, Lotus, dan Jaguar Land Rover juga dilaporkan menunda ekspor kendaraan ke AS akibat kebijakan proteksionis yang diterapkan pemerintahan Trump.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

AMMN Cetak Laba Bersih Rp15,9 Triliun hingga September 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:24

Hasto Ingatkan Kader PDIP Tak Boleh Takut Bela Rakyat

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:01

Kapolres Jakbar Obrak-abrik Kampung Boncos, Tiga Orang Dicokok

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:16

Respons Ijazah Gibran, PDIP: Tidak Ada Kebohongan yang Abadi

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:01

Fahira Idris Apresiasi Kepastian Ujian Ulang Siswa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:36

Prajurit Marinir Perbaiki Jembatan di Distrik Aradide

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:11

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:00

Prabowo Didorong Percepat Reformasi Energi Nasional

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:31

Komunitas Pengawas WNA Desak Dirjen Pajak Telaah Dumas PT BCI

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:14

Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Usung Wisata Kebugaran

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:00

Selengkapnya