Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Pasar Mereda Sejenak, Harga Emas Turun Setelah Cetak Rekor

SELASA, 15 APRIL 2025 | 09:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas turun pada penutupan perdagangan Senin 14 April 2025 atau Selasa pagi WIB. 

Emas spot turun 0,7 persen menjadi 3.213,69 Dolar AS per ons setelah Gedung Putih mengatakan akan membebaskan barang-barang China seperti ponsel dan komputer dari pengenaan tarif baru.

Sementara, harga emas berjangka Amerika Serikat (AS) ditutup melemah 0,6 persen menjadi 3.226,30 Dolar AS per ons.


Jatuhnya harga emas juga dipengaruhi oleh Indeks Dolar (Indeks DXY) yang melemah. 

Analis mengatakan, saat ini kekhawatiran pasar mereda sejenak 

"Mungkin ada sedikit keringanan tarif, dengan pengecualian beberapa barang elektronik, yang mungkin akan mengurangi sebagian permintaan safe haven," kata Peter Grant, Vice President Zaner Metals, dikutip dari Reuters.

"Namun, ketidakpastian yang terus berlanjut tentang perdagangan dan tarif, pelemahan dolar, dan imbal hasil yang lebih rendah cenderung mendukung emas," lanjutnya.

Namun, pasar dibayangi kecemasan lain. Pada Minggu, 13 April 2025, Trump mengatakan akan mengumumkan tarif impor semikonduktor. 

Logam lain seperti perak mengalami kenaikan 0,1 persen menjadi 32,27 Dolar AS per ons. Platinum melonjak 1 persen menjadi 952,1 Dolar AS. Paladium naik 4,6 persen menjadi 957,27 Dolar AS.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru, Gus Yaqut Cs Dilimpahkan ke JPU KPK

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:19

Kericuhan Warnai Kongres VII BM PAN di Banten

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:12

Purbaya Bidik Ekonomi Digital hingga Sektor Informal untuk Dongkrak Penerimaan Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:10

Trump Sebut Mojtaba Khamenei Nyaris Tumbang, Militer Iran Hancur

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:08

DPR Ingin Rampungkan RUU Perampasan Aset Tahun Ini

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00

JPO Tendean Rusak Berat Ditabrak Truk, Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Saham Shell Menguat Usai Divestasi Bisnis Energi Terbarukan di India

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Bantah Isu Penolakan, DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Berproses

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:44

BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026, Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:21

Indonesia Harus Benahi Regulasi dan Insentif untuk Perkuat Filantropi

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:19

Selengkapnya