Berita

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, Presiden AS Donald Trump, dan Wakil Presiden AS JD. Vance/Net

Dunia

Zelensky Tuduh Wapres AS Dukung Narasi Perang Rusia di Ukraina

SENIN, 14 APRIL 2025 | 19:09 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance telah membenarkan tindakan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam perang di Ukraina. 

Tuduhan tersebut disampaikan dalam wawancara terbaru Zelensky bersama program 60 Minutes di stasiun televisi CBS yang ditayangkan pada Minggu waktu setempat, 13 April 2025. 

Dalam wawancara tersebut, Zelensky menyampaikan keprihatinan atas menguatnya narasi Rusia di kalangan elite politik Amerika, dan menyoroti pendekatan Vance saat pertemuan kontroversial mereka di Gedung Putih bersama mantan Presiden Donald Trump.


"Bagi saya, wakil presiden entah bagaimana membenarkan tindakan Putin. Saya mencoba menjelaskan, 'Anda tidak dapat mencari sesuatu di tengah-tengah. Ada agresor dan ada korban. Rusia adalah agresor, dan kami adalah korban," ujar Zelensky melalui terjemahan CBS. 

Zelensky mengaku telah mengundang Vance untuk mengunjungi Ukraina guna melihat langsung kehancuran akibat invasi Rusia. Namun, ajakan tersebut mendapat respons sinis dari Vance.

Presiden Ukraina itu juga menyerukan agar Presiden Donald Trump datang langsung ke Ukraina sebelum berbicara lebih lanjut mengenai penyelesaian konflik.

"Tolong, sebelum mengambil keputusan apa pun, dalam bentuk negosiasi apa pun, datanglah untuk melihat orang-orang, warga sipil, prajurit, rumah sakit, gereja, anak-anak yang hancur atau tewas," kata Zelensky kepada Scott Pelley dari CBS. 

"Datanglah, lihat, lalu mari kita bergerak dengan rencana bagaimana mengakhiri perang," kata dia lagi.

Zelensky menilai bahwa pengaruh informasi Rusia telah menyusup jauh ke dalam politik Amerika.

"Kritik pemerintahan Trump terhadap saya mencerminkan pengaruh besar kebijakan informasi Rusia terhadap Amerika, terhadap politik AS, dan politisi AS," ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa pemilu di Ukraina saat ini ditangguhkan karena keadaan perang.

Zelensky menutup wawancaranya dengan peringatan tajam mengenai ambisi geopolitik Putin dan ancaman terhadap NATO.

"Tujuan utama Putin adalah untuk menghidupkan kembali Kekaisaran Rusia dan merebut kembali wilayah yang saat ini berada di bawah perlindungan NATO. Amerika Serikat sebagai bagian dari NATO berarti akan terlibat dalam potensi konflik apa pun. Mempertimbangkan semua ini, saya yakin itu dapat meningkat menjadi perang dunia," kata dia. 

Sementara itu, utusan Trump, Steve Witkoff, dilaporkan bertemu langsung dengan Presiden Putin di Rusia pada hari Jumat lalu. Pertemuan tersebut berlangsung selama lebih dari empat jam, menurut Kremlin. 

Di platform Truth Social, Trump kembali menyalahkan CBS dan menyatakan bahwa perang Ukraina tidak akan pernah terjadi jika ia masih menjabat.

"Terlalu banyak orang (yang) mati. Ribuan orang seminggu, dalam perang yang mengerikan dan tidak masuk akal," tulis Trump. Ia juga mengecam CBS sebagai operator politik tidak jujur dan meminta agar jaringan tersebut dicabut lisensinya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya