Berita

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump/Net

Global

AS Batalkan Tarif Global Trump untuk Smartphone dan Komputer

MINGGU, 13 APRIL 2025 | 13:39 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintahan AS baru-baru ini mengambil langkah mengejutkan dengan membebaskan ponsel pintar, komputer, dan produk elektronik lainnya dari tarif tinggi yang diterapkan oleh Presiden Donald Trump. 

Pengecualian ini memberikan kelegaan bagi banyak perusahaan teknologi besar, termasuk Apple dan Dell Technologies, yang selama ini terkena dampak bea masuk yang sangat tinggi terhadap barang-barang yang sebagian besar dipasok oleh Tiongkok.

Dalam pemberitahuan yang diterbitkan oleh Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP), pemerintah AS mengumumkan bahwa sejumlah produk, termasuk smartphone, laptop, dan perangkat keras komputer, akan dibebaskan dari sebagian besar bea masuk yang diberlakukan sebelumnya. Pengecualian ini berlaku surut (retroaktif), dimulai dari pukul 12.01 dini hari pada 5 April 2025.


"CBP AS telah mencantumkan 20 kategori produk, termasuk kode tarif yang mencakup hampir semua perangkat komputer, laptop, cakram keras, dan pemrosesan data otomatis," ujar salah satu pejabat yang terlibat dalam pemberitahuan tersebut, seperti dikutip dari Reuters pada Minggu, 13 April 2025.

Kode tarif tersebut juga mencakup perangkat semikonduktor, chip memori, dan layar panel datar, yang semuanya merupakan komponen utama dalam teknologi konsumen modern.

Langkah ini memberikan dampak positif bagi sektor teknologi AS, mengingat banyak perangkat elektronik yang diproduksi di Tiongkok dan sebelumnya dikenakan tarif impor tinggi yang mencapai 125 persen. 

Beberapa perusahaan besar, seperti Apple dan Dell Technologies, serta banyak importir lainnya, mendapat manfaat langsung dari kebijakan ini. 

Meskipun pemberitahuan tersebut tidak memberikan penjelasan rinci mengenai alasan di balik keputusan ini, kebijakan tersebut terlihat sebagai langkah mundur dari pendekatan tarif maksimalis yang diterapkan oleh pemerintahan Trump. 

Kebijakan tarif yang sebelumnya mengarah pada peningkatan bea masuk atas barang-barang impor dari Tiongkok telah mempengaruhi banyak industri, termasuk teknologi dan manufaktur.

Dengan langkah ini, banyak pihak berharap bahwa kebijakan ini akan meredakan ketegangan dalam hubungan perdagangan antara AS dan Tiongkok, serta memberikan ruang bagi perusahaan-perusahaan teknologi AS untuk beradaptasi dengan lebih baik dalam lingkungan perdagangan global.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya