Berita

Ilustrasi/AI

Publika

Podcast Lansia Taklukkan AI

MINGGU, 13 APRIL 2025 | 12:17 WIB | OLEH: AHMADIE THAHA

SEANDAINYA ada kompetisi adaptasi lintas generasi, generasi baby boomers mungkin bukan kandidat unggulan. Mereka dibesarkan dengan radio gelombang AM, lalu melihat dunia beralih ke TV hitam putih, kemudian berwarna, hingga kini menghadapi artificial intelligence atau akal imitasi (AI). Namun, satu hal pasti, mereka bukan generasi yang mudah menyerah.

Di Argentina, sekelompok lansia berusia 90-an telah menemukan senjata rahasia mereka untuk melawan kesepian: podcast atau siniar. Mereka tak lagi sekadar mendengarkan radio, tetapi kini menjadi suara di dalamnya. Mereka tak sekadar punya suara, tapi menampilkan wajah keriput mereka ke seantero dunia.

Siniar Ninety and Counting lahir dari keresahan Alberto Chab, seorang pria 97 tahun yang merasa dunia semakin sunyi ketika teman-temannya satu per satu pergi mendahuluinya. Dengan bantuan cucunya dan seorang jurnalis muda 26 tahun, ia mengajak lansia lainnya untuk berkumpul, berbicara, dan merekam cerita mereka.


Hasilnya? Terbentuk sebuah komunitas digital yang tak hanya berkumpul untuk mengusir sepi, tapi juga membuktikan bahwa eksistensi mereka tetap berarti di era informasi dengan berbagi informasi yang mereka miliki. Sambutan datang dari para lansia di seantero Amerika Latin hingga Kanada.

Jika generasi muda sibuk berceloteh di TikTok atau berdebat di Twitter (baca: X) , generasi baby boomers memilih jalur yang lebih berkelas: berbincang di podcast. Bagi mereka, ini bukan sekadar tren, melainkan jalan keluar dari isolasi sosial yang kerap melanda usia lanjut. Fenomena ini mengingatkan kita bahwa teknologi, yang sering dikaitkan dengan anak muda, justru bisa menjadi sahabat terbaik mereka yang berusia lanjut.

Tentu saja, transisi ini tidak selalu mulus. Bisa dibayangkan bagaimana seorang kakek berusia 95 tahun harus menghadapi konsep “mengedit audio” atau “mengunggah ke Spotify” dengan ekspresi yang sama ketika pertama kali mendengar istilah “cloud computing” (yang sayangnya, tidak ada hubungannya dengan awan di langit).

Namun, mereka belajar. Dengan tekad baja yang dulu mereka gunakan untuk membangun keluarga, karier, dan peradaban pasca-perang, mereka kini menguasai mikrofon dan menaklukkan dunia digital. Pengalaman mengajarkan, mereka tak boleh pernah menyerah.

Adaptasi generasi baby boomers terhadap teknologi sering kali dipandang dengan dua perspektif: kekaguman dan keheranan. Beberapa dari mereka dengan bangga memiliki akun Instagram, tetapi masih bertanya-tanya mengapa foto mereka tidak bisa dikirim lewat faks. Ada juga yang mulai memahami AI, tetapi tetap merasa lebih nyaman menulis daftar belanja di kertas ketimbang di ponsel.

Namun, di balik semua itu, mereka telah membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk berkembang. Podcast lansia ini bukan sekadar ajang nostalgia tentang permen tempo dulu atau cara tradisional mengisi kasur dengan wol. Mereka membicarakan hal-hal mendasar yang tetap relevan: cinta, kesehatan, kebahagiaan, dan makna hidup.

Di era di mana suara sering kali didominasi oleh kaum muda, podcast atau siniar ini menjadi pengingat bahwa para lansia masih memiliki cerita dan kebijaksanaan yang layak didengar. Pertanyaannya sekarang: apakah semua lansia bisa menempuh jalan yang sama?

Fakta menunjukkan bahwa banyak dari mereka masih kesulitan mengakses teknologi. Sebuah studi dari Pew Research Center menemukan bahwa hanya sekitar 40 persen lansia yang merasa nyaman menggunakan internet untuk aktivitas sehari-hari. Sebagian besar masih bergantung pada anak atau cucu untuk urusan digital.

Tapi, melihat fenomena podcast ini, tampaknya ada peluang besar. Jika lansia diberi akses dan pelatihan yang tepat, teknologi bisa menjadi sahabat mereka. Bayangkan jika lebih banyak dari mereka memiliki platform untuk berbicara, berbagi pengalaman, dan bahkan mengajari generasi muda tentang kehidupan.

Fenomena lansia podcaster ini bukan hanya tentang mereka, tetapi juga tentang kita semua. Ini adalah cerminan bagaimana teknologi seharusnya digunakan: bukan untuk menggantikan manusia, tetapi untuk mendekatkan kita satu sama lain.

Generasi muda sering kali mengeluhkan bahwa para orang tua sulit berubah, tapi kenyataannya, mereka sedang berubah -- dengan kecepatan mereka sendiri. Jika seorang pria 97 tahun bisa memahami cara membuat podcast dan mengelola komunitas digital, mungkin kita yang lebih muda perlu berhenti mengeluh bahwa belajar coding itu sulit.

Pada akhirnya, inovasi bukanlah soal siapa yang pertama mengadopsi, tetapi siapa yang bisa memanfaatkannya untuk tujuan yang lebih besar. Dan jika para lansia ini bisa mengubah kesepian menjadi komunitas digital, maka tidak ada alasan bagi generasi lainnya untuk tidak melakukan hal yang sama.

Jadi, lain kali jika melihat kakek-nenek sibuk dengan ponsel mereka, jangan buru-buru berasumsi mereka sedang kesulitan mencari tombol volume. Bisa jadi, mereka sedang merekam episode podcast terbaru mereka -- dan mungkin, kita yang harus belajar dari mereka.

*Penulis adalah Pemerhati Kebangsaan, Pengasuh Pondok Pesantren Tadabbur Al Quran





Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

UPDATE

PBB Dorong Implementasi Segera Prinsip Bisnis Berbasis HAM di Indonesia

Kamis, 04 Juni 2026 | 02:05

Membongkar Praktik Haram MBG

Kamis, 04 Juni 2026 | 02:00

Indonesia Sedang Hadapi Perang Sumber Daya

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:34

Berantas Korupsi di BGN jadi Bukti Prabowo Jalankan Amanat Reformasi 98

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:28

Warga Tuntut Pengurus P3SRS Apartemen Taman Rasuna Diberhentikan

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:07

Pemuda Katolik Dukung Kejagung Bersih-bersih BGN

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:40

Ketua SC Muktamar X PPP Ngaku Borong Kamar Lantai 10 untuk Persidangan

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:17

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Dadan Hindayana Cs Terlalu Berani Korupsi!

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:02

Badko HMI Sultra Laporkan Dua Perusahaan Tambang ke Kejagung

Rabu, 03 Juni 2026 | 23:50

Selengkapnya