Berita

Presiden Amerika Serikat Donald Trump/Net

Bisnis

Ekonom Prediksi Trump Bakal Turunkan Tarif Hingga 20 Persen, Ini Pemicunya

SABTU, 12 APRIL 2025 | 18:55 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Tekanan dari gejolak pasar keuangan dan kebutuhan Amerika Serikat untuk melakukan refinancing utang jumbo diperkirakan akan mendorong Presiden AS Donald Trump, untuk menurunkan tarif impor hingga 20 persen.

Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin mengatakan langkah itu dinilai sebagai upaya menenangkan pasar sekaligus menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri.

“Ini memang agak spekulatif, tapi saya memperkirakan tarif akan diturunkan ke sekitar 20 persen,” kata Wijayanto dalam diskusi "Trump Trade War: Jaga Pasar Modal, Kuatkan Ekonomi!" pada Jumat 11 April 2025.


Menurutnya, keputusan Trump untuk menunda penerapan tarif selama 90 hari menjadi sinyal bahwa Trump sedang mempertimbangkan ulang kebijakan perdagangannya yang terlalu agresif.

Pasalnya, tarif baru itu membuat kondisi pasar saham dan pasar obligasi AS tertekan. Terlebih tahun ini, negara Paman Sam itu harus melakukan refinancing utang senilai 9,2 triliun Dolar AS.

“Kalau Trump nekat menaikkan tarif secara membabi buta, risiko ekonomi Amerika akan meningkat, suku bunga juga akan naik. Padahal tahun ini mereka harus refinancing utang besar. Maka itu yang menjadi alasan kenapa dia berpikir untuk menunda 90 hari,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wijayanto juga menyinggung adanya tekanan dari para pendonor kampanye Trump, yang mayoritas berasal dari sektor teknologi. Mereka berpotensi kecewa karena nilai saham perusahaan mereka—yang tercatat di bursa seperti Nasdaq—turun akibat kebijakan yang tidak berpihak pada pasar.

"Para pendonor Trump itu kan adalah pengusaha-pengusaha besar sektor teknologi yang aset mereka ada di saham yang listed di Nasdaq atau New York Stock Action yang semua harganya nyungsep pasti mereka marah, mereka nyumbang ke Trump kok malah asetnya turun,"ujarnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Perpres Pelindungan Ojol Jangan Berhenti di Atas Kertas

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:29

Awasi Ketat Penggunaan Anggaran Operasi Modifikasi Cuaca

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:16

Sakelar Cahaya di Dalam Otak

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:04

Kartu Nikah Digital Bisa Diakses melalui Simkah, Ini Caranya!

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:44

Nusron Wahid Bikin KPK Tidak Berkutik

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:24

Dulu di Depok Banyak Maling dan Begal, Sekarang Aman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:08

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Puluhan Korban Investasi Emas Polisikan Direksi PT DGJ

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:33

Tragedi Affan dan Bambang Jangan Terulang

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:14

Selengkapnya