Berita

Din Syamsuddin bersama Prabowo Subianto/Net

Politik

Din Syamsuddin Ragukan Prabowo Bakal Evakuasi Warga Palestina

SABTU, 12 APRIL 2025 | 00:45 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Rencana Presiden Prabowo Subianto membawa ribuan warga Palestina ke Indonesia menuai reaksi beragam dari berbagai kalangan masyarakat. 

Ketua Komite Pengarah Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARI-BP), Prof Dr M. Din Syamsuddin mengatakan pihaknya tak yakin jika Presiden Prabowo akan mengevakuasi ribuan rakyat Palestina ke Tanah Air. 

“Evakuasi rakyat Palestina? Saya tidak yakin Presiden Prabowo Subianto mau menampung rakyat Gaza/Palestina ke Indonesia dengan alasan evakuasi sementara untuk pengobatan,” kata Din kepada wartawan, Jumat 11 April 2025. 


Din berpandangan bahwa evakuasi itu berfungsi sama dengan ide relokasi rakyat Gaza atau Palestina ke luar seperti ‘akal bulus’ Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan PM Israel Netanyahu. Tujuannya jelas ingin mengosongkan tanah Palestina agar mereka bebas menjajahnya terus.

“Jika Presiden Prabowo Subianto meneruskan rencana tersebut maka memuluskan rencana jahat Trump dan Netanyahu menguasai Gaza/Palestina,” ujar mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini. 

Pasalnya, lanjut Din, selama ini keluarga Palestina menolak keluar dari tanah kelahirannya, bahkan menolak anak-anak yatim piatu mereka untuk dibawa ke luar.

“Kalau mau Indonesia membantu sebaiknya mengirim Tim Medis masif dan membangun kembali RS Indonesia yang dihancurkan oleh Tentara Zionis Israel,” ungkapnya. 

“Itu tentu bisa terlaksana dengan pengawalan TNI. Apakah Presiden Prabowo Subianto memiliki cukup patriotisme untuk itu? Jawabannya sementara saya yakini positif,” pungkas  mantan Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya