Berita

Menlu RI, Sugiono di Istana Kepresidenan Ankara pada Kamis, 10 April 2025/Ist

Dunia

Prabowo Konsultasikan Rencana Evakuasi Warga Gaza dengan Turki

JUMAT, 11 APRIL 2025 | 13:18 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden RI Prabowo Subianto melakukan konsultasi dengan pemerintah Turki terkait upaya penanganan krisis kemanusiaan di Jalur Gaza. 

Hal itu diungkap oleh Menteri Luar Negeri RI Sugiono kepada awak media usai mendampingi Prabowo melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Istana Kepresidenan Ankara, Kamis, 10 April 2025. 

Menurut Sugiono, salah satu agenda penting adalah konsultasi mengenai situasi kemanusiaan di Palestina, khususnya di Jalur Gaza yang kini masih menghadapi krisis akibat konflik berkepanjangan.


“Pak Presiden menyampaikan bahwa beliau akan berkonsultasi dengan negara-negara di UAE, kemudian Turki ini sendiri, kemudian Mesir, kemudian nanti Qatar dan juga Jordan khususnya dalam kaitannya dengan situasi di Palestina,” ujarnya. 

Menlu RI menyampaikan bahwa Presiden RI telah menyatakan kesiapan untuk mengevakuasi warga Gaza yang termasuk kelompok rentan seperti korban luka-luka, anak-anak yatim, pelajar, dan anak-anak yang mengalami trauma untuk dirawat sementara di Indonesia.

“Kita siap jika ada warga Gaza yang perlu dievakuasi, dalam hal ini mereka yang mengalami luka-luka, anak-anak yatim, kemudian anak-anak yang mengalami trauma, dan pelajar-pelajar ke Indonesia,” tegas Sugiono. 

Namun, Sugiono menegaskan bahwa rencana ini bukanlah bentuk relokasi permanen, melainkan langkah sementara yang dilakukan atas dasar kemanusiaan, dan hanya akan dilakukan jika seluruh pihak yang berkepentingan menyetujui.

“Tidak berarti bahwa kita ingin merelokasi warga Gaza, tidak, tidak ada. Ini adalah bentuk rasa kepedulian dan kemanusiaan kita. Semua ini dilakukan harus sukarela dan harus dengan persetujuan dari semua pihak yang ada di Palestina,” tegas Menlu.

Indonesia pun tetap memegang teguh prinsip bahwa tidak ada relokasi paksa warga Palestina dalam bentuk apapun dan under any pretext. Setiap langkah kemanusiaan harus dilakukan dengan dasar sukarela dan berdasarkan kesepakatan menyeluruh antar pihak terkait.

“Kita siap jika dibutuhkan untuk menampung korban-korban luka, anak yatim, kemudian anak-anak pelajar-pelajar untuk dirawat di Indonesia, kemudian pada saatnya mereka juga harus kembali ke Gaza,” ucap Sugiono menegaskan posisi resmi pemerintah.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya