Berita

Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping/Kolase RMOL

Bisnis

AS Tunggu Xi Jinping Hubungi Donald Trump

JUMAT, 11 APRIL 2025 | 09:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Amerika Serikat (AS) telah menghentikan sementara kenaikan tarif impor untuk banyak negara selama 90 hari, kecuali China. 

Dalam putusannya, Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu mengumumkan akan menaikkan tarif impor barang-barang dari China hingga 145 persen.

Langkah ini memicu perang dagang besar antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Keduanya saling menunggu siapa yang akan mengalah lebih dulu.


Dua pejabat senior Gedung Putih mengatakan ke CNN bahwa AS tidak akan menghubungi China lebih dahulu. 

"Trump sudah mengatakan ke timnya bahwa Tiongkok harus ambil inisiatif karena menurutnya, China yang lebih dahulu membalas dan memperkeruh situasi," kata sumber tersebut.

Selama dua bulan terakhir, tim Trump sudah menyampaikan langsung ke pejabat China bahwa Presiden Xi Jinping harus minta berbicara langsung dengan Trump. Tapi menurut beberapa sumber, Beijing menolak permintaan itu dan belum mau mengatur panggilan telepon antara kedua pemimpin.

Menurut tim Trump, salah satu alasannya adalah Xi tidak mau terlihat lemah di mata publik dengan menjadi pihak yang lebih dulu mengajak bicara.

Trump sendiri berharap bisa membuat kesepakatan besar dengan China, mulai dari meningkatkan ekspor AS, mengatasi penyebaran narkoba jenis fentanil, sampai mengubah cara kerja TikTok untuk pengguna Amerika. Trump yakin China akan setuju, hanya saja belum tahu caranya.

"China mau membuat kesepakatan, tapi mereka tidak tahu caranya," kata Trump di Gedung Putih.

"Mereka itu sombong," ujarnya.

Tiongkok psempat berupaya membuat jalur belakang, seperti yang pernah dilakukannya dengan penasihat keamanan nasional mantan presiden Joe Biden, Jake Sullivan, tetapi sejauh ini upaya tersebut belum berhasil. 

Keberatan AS, menurut para pejabat, adalah bahwa Pemerintahan Trump menolak Menteri Luar Negeri China Wang Yi sebagai perantara, karena dirinya dianggap tidak cukup dekat dengan lingkaran dalam Xi dan tidak dapat dipercaya.

Meski sempat ada komunikasi lewat duta besar Tiongkok di AS, belum ada jalur resmi antar pemimpin yang berhasil dibuka. Padahal, menurut pihak AS, panggilan langsung antara Trump dan Xi itu penting.

Dua pejabat Gedung Putih mengatakan bahwa Trump terbuka kalau pembicaraan dimulai dari pejabat tingkat bawah, asalkan bisa menghasilkan sesuatu.

"Pintu negosiasi masih terbuka, tapi harus didasari saling menghormati dan posisi yang setara," kata juru bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok.

Beberapa mantan pejabat AS menyebutkan, sebenarnya bisa saja disiapkan jalur komunikasi darurat untuk panggilan antara Xi dan Trump. 

Tapi mereka juga mengingatkan pentingnya membuat Tiongkok merasa aman, agar Xi tidak merasa dijebak atau dipermalukan, seperti yang terjadi pada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky saat berkunjung ke Gedung Putih.

"Tiongkok tidak mau pemimpinnya diperlakukan seperti Zelensky," kata Danny Russel, mantan pejabat Kementerian Luar Negeri AS. 

"Mereka ingin semuanya sudah jelas dan disepakati dulu sebelum pertemuan benar-benar terjadi," ujarnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Tom Holland dan Zendaya Bakal Rehat Setelah Spider-Man Brand New Day

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:52

IAW: Ada Dugaan Intervensi Kasus Dedi Congor

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:51

Sidang Perdana Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar 18 Agustus

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:42

Prabowo Tinjau Deretan Inovasi BRIN, dari Air Minum Darurat hingga Teknologi Nuklir

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:35

Komisi III DPR Minta Polisi Ungkap Pemasok Senpi di Yayasan Sekolah Jaksel

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:28

Partisipasi Bermakna di Black Box Regulasi Kesehatan

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:15

Amplop Berisi 14 Ribu Dolar Singapura Memang Dikembalikan, tapi Isinya Berkurang

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:02

Prabowo Tekankan Pentingnya Sains dan Teknologi bagi Masa Depan Bangsa

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:54

Isu Pergantian Kapolri Bisa Merugikan Presiden jika Tidak Hati-Hati

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:53

Food Station Masih Andalkan Laba Bersih dari PSO

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:30

Selengkapnya