Berita

Kolase foto Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri/RMOL

Politik

Pertemuan Prabowo-Mega Berpotensi Bangun Blok Nasional yang Kokoh

RABU, 09 APRIL 2025 | 19:35 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat kesatuan politik nasional di tengah dinamika global yang semakin tajam.

Pendiri sekaligus Direktur Eksekutif Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC), Dimas Oky Nugroho, menilai pertemuan tersebut akan memperkuat persatuan bangsa.

“Secara khusus, Presiden Prabowo melalui pertemuannya dengan Megawati, dalam kapasitasnya sebagai Presiden RI kelima dan ketua umum partai politik terbesar hari ini di parlemen, telah menunjukkan kepada publik dan masyarakat luas, bahwa seorang Presiden RI harus mampu memainkan peran dan tanggung jawab kepemimpinan nasionalnya, sebagai sebuah national display, secara bijaksana, kohesif dan cerdas,” kata Dimas dalam keterangannya, Rabu, 9 April 2025.


Menurutnya, waktu pertemuan yang bertepatan dengan suasana Lebaran juga sangat tepat, karena menjadi momen reflektif sekaligus simbol silaturahmi kebangsaan.

“Momen pertemuan keduanya juga terjadi secara tepat yakni dalam kesempatan berlebaran dan dalam konteks merespons dinamika ekonomi-politik global yang polaritatif dan tajam, di mana diharapkan adanya sebuah kesadaran bersama para kekuatan politik nasional untuk guyub dan membangun blok nasional yang solid dan kokoh,” lanjut Dimas.

Ia menekankan bahwa dampak positif dari pertemuan ini tidak hanya bersifat simbolik, namun harus tercermin dalam kualitas pemerintahan ke depan.

“Harapannya, pertemuan dan soliditas politik yang dibangun ini tentunya harus berdampak pada kapasitas dan kualitas pemerintahan, atau aspek governability dalam menjalankan mandat rakyat, menjaga kepentingan nasional, sekaligus merespon berbagai isu dan tantangan negara-bangsa baik domestik maupun global,” pungkas dia.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya