Berita

Presiden China, Xi Jinping (Foto: reuters.com)

Bisnis

China Salah Langkah, IHSG Merah di 5.967

RABU, 09 APRIL 2025 | 18:34 WIB | OLEH: ADE MULYANA

UPAYA pelaku pasar di Jakarta untuk berbalik melakukan rebound teknikal akhirnya gagal total di tengah eskalasi perang tarif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau sempat konsisten menjejak zona positif hingga pertengahan sesi pagi namun kemudian mengikis penguatan secara konsisten untuk beralih ke zona merah.

Laporan terkini dari sentimen eksternal yang berkembang menyebutkan, eskalasi perang tarif yang semakin panas terutama akibat langkah tegas dan keras China dalam menanggapi kebijakan Presiden AS Donald Trump. Pemerintahan Xi Jinping sebelumnya telah dengan tegas mengambil aksi balas dengan mengenakan tarif atas produk AS sebesar 34 persen.

Langkah China tersebut kemudian langsung menuai balas dari Trump yang bersiap mengenakan tarif tambahan sebesar 50 persen atas produk China hingga secara total impor asal China terhajar tarif sebesar 104 persen. Laporan terkait menyebutkan, hingga kini belum muncul upaya meredam eskalasi perang tarif dari dua negara raksasa perekonomian terbesar dunia itu. Bahkan pernyataan terkini Menteri Keuangan AD Scott Bessent menyebut langkah balasan China sebagai kesalahan sangat besar.


Menkeu Scott lebih jauh menyindir, pengenaan tarif oleh China sebagai tak berarti karena nilai ekspor AS ke China hanya sebesar seperlima dari ekspor China ke AS. Catatan juga menunjukkan, besaran defisit perdagangan AS-China yang menjulang sebesar $300 milyar di sepanjang 2024 lalu dan merupakan sepertiga dari total defisit perdagangan international AS.

Rangkaian sentimen terkini dari perang tarif Trump ini kembali menjadi menu sentimen utama bagi pelaku pasar di Asia dalam menjalani sesi perdagangan pertengahan pekan ini, Rabu 9 April 2025. Sikap pesimis akhirnya kembali hingga usai sempat reda di sesi perdagangan hari sebelumnya. Tekanan jual dalam taraf signifikan kembali mendera meski tak setajam pada sesi awal pekan . Kinerja Indeks di seluruh Asia akhirnya kembali jatuh dalam koreksi tajam.

Tinjauan juga memperlihatkan, kinerja Indeks yang konsisten menjejak zona penurunan tajam di sepanjang sesi sebagai cermin dari kukuhnya pesimisme pelaku pasar di Asia. Pantauan lebih jauh dari jalannya sesi perdagangan juga menyebutkan, pelaku pasar di Asia yang sempat tersita perhatiannya pada kebijakan Bank Sentral India, RBI yang memangkas suku bunga pinjaman sebesar 0,25 persen untuk kini berada di kisaran 6 persen. Namun sentimen dari India terkesan terlalu lemah di tengah badai sentimen perang tarif Trump-China.

Hingga sesi perdagangan berakhir, Indeks Nikkei (Jepang) ditutup longsor curam 3,93 persen di 31.714,03, sementara Indeks KOSPI (Korea Selatan) merosot 1,74 persen di 2.293,7 dan Indeks ASX 200 (Australia) terpangkas tajam 1,8 persen di 7.375,0.

Kemerosotan curam yang nyaris seragam di seluruh Asia terkesan memaksa pelaku pasar di Jakarta untuk bersikap realistis. Upaya melakukan rebound teknikal di awal sesi pagi akhirnya termentahkan dengan mudah untuk kembali menenggelamkan IHSG di zona merah. Tinjauan RMOL memperlihatkan, IHSG yang sempat mencetak penguatan lumayan tajam hingga sebesar 1,61 persen di awal sesi pagi dengan menjejak posisi 6.092,41.

Namun setelahnya IHSG secara perlahan dan konsisten mengikis penguatan untuk kemudian beralih ke zona pelemahan moderat hingga penutupan sesi pagi. IHSG kemudian semakin  menapak pelemahan di sesi perdagangan sore, meski cenderung di rentang moderat.

IHSG akhirnya memungkasi sesi dengan merosot 0,47 persen di 5.967,98. Pantauan menunjukkan, kinerja merah IHSG yang kurang  tercermin pada gerak bervariasi saham unggulan. Sejumlah besar saham unggulan yang masuk dalam jajaran teraktif ditransaksikan berakhir di zona positif, seperti: BMRI, BBCA, BBNI, TLKM, ASII, ADRO, UNTR, ISAT, ITMG, PGAS, BBTN, CPIN, PTBA dan INTP.

Sedang sejumlah saham unggulan lain, seperti: BBRI, INDF, ICBP, JPFA, UNVR dan SMGR tercatat kembali tersaruk di zona merah.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Pasutri Pura-pura Jadi Korban Begal Gegara Terlilit Utang

Selasa, 14 Juli 2026 | 02:15

Kasus Korupsi Febrie Adriansyah Mendunia

Selasa, 14 Juli 2026 | 02:02

Seleksi JPT Pratama Digugat, GHARIS Seret Pemkot Tangsel ke PTUN

Selasa, 14 Juli 2026 | 01:47

Prabowo Bergerak Cepat Cegah Friksi TNI, Polri dan Kejaksaan

Selasa, 14 Juli 2026 | 01:10

Bongkar Dugaan Bunker Jokowi di Solo dan Karanganyar

Selasa, 14 Juli 2026 | 01:00

DPR Didesak Investigasi Proyek Jarkompenas AirNav

Selasa, 14 Juli 2026 | 00:38

Semifinal Piala Dunia, Iran vs Amerika, Wasitnya Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 00:12

Operasi Pendinginan Kapolri-Jaksa Agung Mengaburkan Akuntabilitas Perkara

Selasa, 14 Juli 2026 | 00:00

Pernyataan Juri Ardiantoro soal Pengelolaan Aset Negara di Kemayoran Tuai Apresiasi

Senin, 13 Juli 2026 | 23:54

235 Bus Sekolah Gratis Layani Pelajar Jakarta

Senin, 13 Juli 2026 | 23:40

Selengkapnya