Berita

Presiden Prabowo Subianto/RMOL

Politik

Prabowo Buka Sarasehan Ekonomi, Singgung Dampak Negatif Tarif Trump

SELASA, 08 APRIL 2025 | 15:18 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto membuka acara sarasehan ekonomi yang digelar di Menara Mandiri Sudirman, Jakarta pada Selasa, 8 April 2025.

Berdasarkan pantauan RMOL, Prabowo tiba di lokasi mengenakan baju batik panjang sekitar pukul 13.30 WIB.

Para peserta sarasehan yang terdiri dari ekonom, perwakilan investor, pemimpin redaksi media, hingga masyarakat umum serempak berdiri saat Prabowo memasuki panggung utama.


Prabowo menyapa para menteri yang hadir. Ia kemudian duduk di kursi tengah di samping Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar, dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pembacaan doa.

Direktur Utama Mandiri Darmawan Junaidi memberikan sambutan selalu tuan rumah. Ia berharap pertemuan itu dapat mendorong penguatan ekonomi nasional.

"Kita yakin bahwa dengan pertemuan hari ini akan semakin menguatkan peta perekonomian. Bersama presiden untuk bersatu memajukan perekonomian Indonesia. Nanti kita meminta arahan presiden supaya bisa tegas langkah ekonomi kita," ujarnya.

Dalam sambutannya, Prabowo menjelaskan bahwa perekonomian Indonesia berbasis kekeluargaan, sehingga perlu memastikan seluruh masyarakat mendapatkan makan dan tempat tinggal yang layak.

"Saya ulangi perekonomian kita asasnya kekeluargaan. Tidak ada yang boleh lapar di republik kita ini. Tidak boleh ada orang yang tinggal di bawah kolong jembatan. Itu menusuk rasa keadilan. Tidak boleh ada orang yang tidak makan," tegasnya.

Oleh sebab itu, program-program pemerintah yang ia jalankan seperti swasembada pangan, energi, dan air didasari oleh prinsip tersebut. Ini juga sejalan dengan program pembangunan berkelanjutan SDGs PBB.

"Ternyata program strategis kita sejalan dengan PBB. SDGs yang utama food energy, water. Karena itu swasembada pangan menjadi sasaran kita. Swasembada energi dan manajemen air yang baik dan tentunya industrialisasi," kata dia.

Prabowo menyinggung kebijakan tarif baru Amerika Serikat yang menurutnya menimbulkan kecemasan dan meningkatkan ketidakpastian dalam perekonomian global.

"Apa yang terjadi sekarang, guncangan Dunia akibat negara ekonomi yang kuat membuat kebijakan-kebijakan memberi peningkatan tarif yang begitu tinggi kepada banyak negara. Ini bisa dikatakan menimbulkan ketidakpastian dunia. Banyak negara yang cemas," papar Prabowo.

Ia kembali menegaskan bahwa salah satu cara agar bisa bertahan dari guncangan tarif Trump adalah dengan meningkatkan kemandirian ekonomi nasional.

"Padahal sebenarnya pendiri-pendiri bangsa kita sejak dulu termasuk saya bertahun tahun saya ingatkan mari kita bangun ekonomi kita dengan sasaran berdiri di atas kaki kita sendiri," tegasnya.

Prabowo kemudian mengundang para tokoh ekonomi untuk memaparkan kondisi real perekonomian Indonesia saat ini.

"Sekarang saya ingin mengundang beberapa tokoh dalam pengelolaan ekonomi kita untuk menyampaikan kondisi ekonomi yang apa adanya. Yang real. The real situation," kata dia.

Prabowo juga akan membuka kesempatan bagi para peserta sarasehan untuk menanggapi laporan ekonomi.

"Di zaman sekarang pemimpin tidak anti kritik. Kita suka kritik, membuat kita lebih aware, waspada. Kritik itu bagus," demikian kata Prabowo.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya