Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Bursa Saham BEI Kembali Dibuka Hari Ini, IHSG Diprediksi Tertekan karena Trump

SELASA, 08 APRIL 2025 | 09:22 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kembali dibuka pada Selasa 8 April 2025 pukul 09.00 WIB usai libur panjang.

Sebelumnya perdagangan ditutup sejak Jumat 28 Maret 2025 hingga Senin 7 April 2025 karena libur panjang Nyepi, Idul Fitri 2025 hingga cuti lebaran yang ditetapkan pemerintah

Berdasarkan Kalender Libur Bursa 2025, jika dihitung dengan libur Sabtu-Minggu, maka total libur Bursa pada momen tersebut adalah 11 hari.


Berikut waktu pembukaan perdagangan hari ini:

- Sesi 1 dibuka pada pukul 09.00-12.00 WIB?- Sesi 2 dibuka pada pukul 13.30-15.49 WIB.

Sejumlah pengamat memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan hari ini akan tertekan imbas tarif resiprokal atau tarif timbal balik 32 persen yang diberlakukan Amerika Serikat (AS) terhadap Indonesia.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menilai sentimen tersebut dapat membuat investor asing ramai-ramai menarik dananya dari saham negara berkembang termasuk Indonesia sehingga menyebabkan capital outflow yang semakin deras.

"Pasca libur lebaran, pasar saham bersiap hadapi capital outflow. Trading halt bukan tidak mungkin terjadi lagi," kata Bhima kepada RMOL pada Kamis 3 April 2025.

Senada dengan Bhima, Direktur Program Pascasarjana sekaligus mantan Rektor ITB Ahmad Dahlan Jakarta Mukhaer Pakkana menilai bahwa kondisi pasar keuangan Indonesia masih dalam tekanan besar akibat arus modal keluar yang semakin cepat.

"IHSG akan terus mengalami penurunan. Depresiasi Rupiah juga diperkirakan berlanjut karena investor global memilih keluar dari negara-negara berkembang seperti Indonesia. Hal ini akan memperburuk capital outflow di pasar saham," kata Mukhaer.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Tujuh Kader Baru Resmi Masuk PSI, Mayoritas Eks Nasdem

Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:11

Penanganan Hukum Tragedi Pesta Pernikahan di Garut Harus Segera Dituntaskan

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:34

Kata Gus Yahya, Dukungan Board of Peace Sesuai Nilai dan Prinsip NU

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:02

Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:29

Penegakan Hukum Tak Boleh Mengarah Kriminalisasi

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:11

Kementerian Imipas Diminta Investigasi Rutan Labuan Deli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:07

Ekonomi Indonesia 2026: Janji vs Fakta Daya Beli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:21

Gus Yahya: 100 Tahun NU Tak Pernah Berubah Semangat dan Idealismenya!

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:07

Australia Pantau Serius Perkembangan Penyebaran Virus Nipah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:57

Mundur Massal Pimpinan OJK dan BEI, Ekonom Curiga Tekanan Berat di Pasar Modal

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:52

Selengkapnya