Berita

Presiden Prabowo Subianto/Repro

Politik

Prabowo Akui Dampak Negatif Tarif AS, Janjikan Solusi untuk Indonesia

SENIN, 07 APRIL 2025 | 22:34 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto mengakui bahwa kebijakan tarif baru yang digulirkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump berpotensi memberatkan perekonomian Indonesia, khususnya sektor industri padat karya seperti tekstil, sepatu, garmen, dan furnitur.

Hal itu ia sampaikan dalam pertemuan dengan 7 pemimpin media di Hambalang, Jawa Barat pada Minggu, 6 April 2025.

"Masalah Trump ini, kita harus lihat nanti. Mungkin kita akan alami dampak yang berat, terutama yang bisa kena adalah industri tekstil, sepatu, garmen, dan furnitur. Ini berat karena ini padat karya," ujar Prabowo.


Namun demikian, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam dan tengah mencari solusi agar Indonesia dapat mengantisipasi dampak tersebut. Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah mencari pasar alternatif di luar Amerika Serikat.

"Kita akan cari jalan keluar. Kita harus berani mencari pasar baru. Kita terlalu manja juga. Kita tuh selama ini tertarik oleh ekonomi Amerika, benar, karena ini kan sistem ekonomi yang Amerika ajarkan kepada kita free market, globalisasi, tanpa batas," tegasnya.

Lebih lanjut, Prabowo menekankan pentingnya kemandirian ekonomi di tengah perubahan situasi global. Ia mengingatkan bahwa dirinya telah lama menyuarakan perlunya Indonesia berdiri di atas kaki sendiri, meski saat itu dianggap hanya beretorika.

"Itu yang sudah saya ingatkan bertahun-tahun. Tolong buka rekam jejak saya, rekam digital saya. Saya sudah ingatkan, ‘Saudara-saudara sekalian, Indonesia harus berdiri di atas kaki kita sendiri.’ Tapi orang bilang retorika. Tidak. Saya dari dulu sudah sadar, bahwa suatu saat nobody is going to help us. Tidak ada yang akan bantu kita kecuali kita sendiri," kata Prabowo.

Sebagai bentuk tindak lanjut, Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah akan segera melakukan langkah diplomatik. Ia mengirimkan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto ke Washington untuk bernegosiasi dengan pihak AS. Selain itu, Prabowo juga akan melakukan kunjungan ke Eropa awal Mei, dan menjalin koordinasi dengan para pemimpin negara ASEAN.

"Nanti Pak Airlangga akan saya kirim ke Washington. Kita sudah punya kontak dengan tokoh-tokoh di sana. Kita akan diskusi, kita akan negosiasi," ungkapnya.

Meski mengkritisi dampak tarif, Prabowo mengakui bahwa AS punya hak untuk membela kepentingan nasionalnya. Namun, ia juga mendorong pelaku usaha Indonesia untuk berpikir jangka panjang dan tidak hanya bergantung pada satu pasar.

"Kenapa kita tidak ke Afrika? Afrika itu the new emerging market of the world. Jumlah penduduk besar, resources-nya banyak, kebutuhannya banyak. Ini kesempatan," ucap Prabowo.

Presiden juga menegaskan komitmennya untuk menurunkan angka kemiskinan dengan mengembangkan pasar domestik Indonesia yang sangat besar.

"Kita 300 juta loh sebentar lagi. Kita sebesar Amerika. Nanti sepatunya kita jual saja di antara kita. Pakaian kita punya anak sekolah berapa anak sekolah kita, 60 juta, 70 juta, penerima manfaat 82 juta. Jadi anak kita paling 75 juta mungkin. Mereka butuh sepatu, mereka butuh pakaian, pakaian olahraga, pakaian pramuka. Saya harus kumpul dengan tokoh tokoh industri, kita bicara, kita cari jalan keluar dan kita berusaha mitigasi kesulitan," pungkasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya