Berita

Presiden Amerika Serikat Donald Trump/Net

Dunia

Tarif Trump Bangkitkan Kemandirian Negara Global South

SENIN, 07 APRIL 2025 | 15:50 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kebijakan tarif tinggi yang diumumkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dinilai membawa dampak geopolitik yang besar, terutama bagi negara-negara berkembang atau Global South. 

Namun, alih-alih dianggap sebagai ancaman, langkah agresif Trump ini justru dinilai dapat menjadi momentum kebangkitan kemandirian nasional negara-negara di selatan global, termasuk Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh pengamat geopolitik dan Direktur Eksekutif Global Future Institute, Hendrajit kepada RMOL pada Senin, 7 April 2025. 


Menurutnya kebijakan tarif Trump harusnya menyadarkan Global South untuk bisa lebih mandiri membangun kerja sama lebih luas dengan negara lain dan mengurangi ketergantungannya dari AS. 

"Indonesia dan negara negara berkembang lainnya yang tergabung Global South sudah saatnya memandang krisis ekonomi global yang dipicu ulah Trump ini sebagai momentum membangkitkan kembali kemandirian nasional negara-negara Global South," paparnya. 

Ia mengapresiasi langkah pemerintahan Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto yang memilih jalur diplomasi dibanding langkah retaliasi. 

Menurutnya respons yang lebih mandiri dan berorientasi pada penguatan dalam negeri seperti yang dilakukan Prabowo sudah tepat.

“Langkah Prabowo sudah tepat, bertumpu pada strategi memperluas jangkauan kemitraan dagang yang tidak tergantung pada AS. Ini menciptakan diversifikasi pasar, dan kalau konsisten diterapkan dalam kebijakan luar negeri bebas aktif, maka ini bentuk perlawanan prinsipil terhadap pakem Trump yang anti-multilateral,” jelasnya.

Selain itu, strategi hilirisasi sumber daya alam yang menjadi prioritas pemerintahan Prabowo juga dipandang sebagai pukulan telak terhadap kepentingan korporasi global, khususnya yang berbasis di AS.

“Kita ekspor bahan jadi, bukan bahan mentah. Ini melawan skema kepentingan korporasi global AS, terutama di sektor mineral, batubara, dan rare-earth seperti nikel,” ujar Hendrajit. 

Ia menambahkan bahwa keberadaan delegasi Indonesia yang dipimpin KADIN di Washington menjadi ujian penting dalam menerjemahkan strategi tersebut ke panggung diplomasi internasional.

Namun, Hendrajit mengingatkan bahwa keberhasilan langkah strategis ini sangat bergantung pada kualitas para diplomat dan birokrat di kementerian luar negeri dan lembaga terkait.

“Repotnya, para diplomat kita sering memandang diplomasi sebagai aktivitas humas, bukan sebagai perang di ranah non-militer. Ini sisi rawan kita, apalagi menghadapi gaya kepemimpinan Trump yang non-konvensional,” kata dia. 

Tak hanya dari sisi luar negeri, ia juga menyoroti strategi dalam negeri yang tengah dijalankan Prabowo, seperti program makan gratis dan penguatan koperasi, sebagai langkah penting untuk menjaga daya beli dan ketahanan ekonomi masyarakat bawah.

“Skema ini dijalankan pada momentum yang pas. Di saat kapitalisme liberal mulai mengalami komplikasi, pembangunan berbasis pedesaan kembali jadi relevan," tandasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya