Berita

Ilustrasi beras/Net

Publika

Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Demi Kedaulatan Bangsa

Oleh: Raffi Andrian G*
SENIN, 07 APRIL 2025 | 01:22 WIB

DI tengah tantangan global yang semakin kompleks -- mulai dari krisis iklim, konflik geopolitik, hingga fluktuasi harga pangan dunia -- Indonesia terus menunjukkan ketangguhannya dalam menjaga ketahanan pangan nasional. 

Ketahanan pangan bukan sekadar isu sektor pertanian, melainkan bagian dari strategi besar untuk memperkuat kedaulatan bangsa dan memastikan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Indonesia melalui sejumlah kebijakan strategis telah melakukan langkah-langkah nyata guna memastikan setiap warga negara memiliki akses terhadap pangan yang cukup, berkualitas, dan terjangkau. 


“Ketahanan pangan adalah fondasi utama kedaulatan negara. Tanpa pangan yang cukup, kita akan tergantung pada negara lain, dan itu berbahaya,” kata Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dalam pernyataannya yang dikutip dari Kompas (2024).

Food Estate: Lumbung Pangan Masa Depan

Salah satu terobosan besar pemerintah adalah program Food Estate yang dijalankan di wilayah-wilayah strategis seperti Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, dan Nusa Tenggara Timur. 

Food Estate tidak hanya bertujuan meningkatkan volume produksi pangan nasional, tetapi juga menjadi bentuk diversifikasi sumber pangan dan pengembangan wilayah terpadu.

Pangan bukan sekadar komoditas. Bagi rakyat, ia adalah hidup. Maka setiap kebijakan yang menyentuh soal pangan, sejatinya menyentuh nadi keseharian masyarakat. Itulah mengapa pemerintah tak pernah menganggap remeh upaya memperkuat sistem pangan nasional, karena di sanalah letak ketahanan sejati bangsa ini diuji.

"Food Estate menjadi solusi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor," ujar Amran. 

Di lapangan, program ini juga membuka lapangan kerja baru, memperbaiki infrastruktur desa, dan memberikan peluang ekonomi bagi petani dan masyarakat sekitar.

Ketahanan pangan bukan hanya soal produksi, tetapi juga distribusi dan stabilitas harga. Dalam hal ini, Perum Bulog dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) memainkan peran vital. Perum Bulog aktif melakukan intervensi pasar untuk menstabilkan harga beras dan memastikan ketersediaan pasokan.

Langkah-langkah konkret itu ibarat jaring pengaman. Ketika harga bergejolak, rakyat tak lagi dihantui kecemasan di pasar. Pemerintah hadir, bukan hanya sebagai regulator, tapi sebagai penjaga denyut nadi dapur rakyat.

"Kami terus melakukan intervensi pasar untuk menjaga harga tetap stabil, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir," kata Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi, dikutip dari Detik (2024). 

Bulog bersama Bapanas juga terus mendorong percepatan penyerapan gabah petani dan memperkuat cadangan beras pemerintah (CBP), termasuk melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Bapanas mencatat bahwa sejak awal 2024, lebih dari satu juta ton beras SPHP telah digelontorkan ke pasar guna menekan lonjakan harga dan menjaga daya beli masyarakat.

Modernisasi Pertanian: Menjawab Tantangan Masa Depan

Langkah lain yang tak kalah penting adalah transformasi sektor pertanian melalui mekanisasi, digitalisasi, dan pemanfaatan teknologi. Pemerintah mendorong penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan), perbaikan irigasi melalui pompanisasi, serta penyediaan bibit unggul adaptif iklim.

Di beberapa daerah seperti Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan, digitalisasi pertanian berbasis aplikasi turut mendongkrak efisiensi dan produktivitas. Menurut data Kementan, adopsi teknologi pertanian mampu meningkatkan hasil panen hingga 30 persen di wilayah percontohan.

Selain itu, Kementerian PUPR juga berperan melalui program pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi yang menyokong produktivitas lahan pertanian. Hingga 2025, pemerintah menargetkan pembangunan 500 ribu hektare irigasi baru untuk mendukung program swasembada pangan.

Indonesia Menuju Kemandirian Pangan

Hasilnya mulai terlihat. Inflasi pangan nasional dapat ditekan di angka yang stabil. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bahan makanan pada Maret 2025 berada di kisaran 2,5 persen secara tahunan, jauh di bawah rata-rata kawasan Asia Tenggara. Stok beras nasional dipastikan aman hingga panen berikutnya, dan Indonesia mulai kembali mengekspor komoditas unggulan seperti jagung dan bawang merah ke negara-negara tetangga.

“Ini bukti nyata bahwa arah kebijakan ketahanan pangan kita on the track. Pemerintah bekerja serius untuk memastikan rakyat tidak kekurangan pangan,” ujar Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi dalam konferensi pers Maret 2025.

Menuju Ketahanan Pangan yang Berkeadilan

Ketahanan pangan tidak hanya berarti mencukupi kebutuhan kalori, tetapi juga menyangkut akses yang berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah berupaya agar program-program seperti bantuan pangan non tunai (BPNT), bansos beras, dan subsidi pupuk bisa menjangkau kelompok masyarakat rentan.

Ketahanan pangan bukan proyek sesaat. Ia adalah kerja panjang, lintas rezim, lintas generasi. Pemerintah saat ini hanya satu simpul dalam rangkaian sejarah panjang perjuangan pangan di negeri ini. Tapi satu hal yang pasti -- langkah-langkah strategis yang tengah diambil hari ini akan menjadi fondasi kokoh bagi anak cucu bangsa esok hari.

Dengan kerja sama antara pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha, petani, dan masyarakat luas, cita-cita besar untuk mewujudkan kedaulatan pangan perlahan namun pasti menjadi kenyataan.

*Penulis adalah pemerhati pertanian

Populer

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

Mudik Gratis 2026 Pemprov Jabar, Berikut Rute dan Cara Daftarnya

Sabtu, 21 Februari 2026 | 14:13

DPR Komitmen Kawal Pelaksanaan MBG Selama Ramadan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 13:32

Harga Minyak Bertahan di Level Tertinggi Enam Bulan, Dibayangi Ketegangan AS-Iran

Sabtu, 21 Februari 2026 | 13:21

DPR Soroti Impor Pickup Kopdes Merah Putih

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:58

Prabowo Temui 12 Raksasa Investasi Global: “Indonesia Tak Lagi Tidur”

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:49

DPR Tegaskan LPDP Harus Tegakkan Kontrak di Tengah Polemik “Cukup Saya WNI, Anak Jangan”

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:26

Pemerintah Inggris Siap Hapus Andrew dari Daftar Pewaris Takhta

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:14

Kemenag: Tidak Ada Kebijakan Zakat untuk MBG

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:04

Korban Banjir Lebak Gedong Masih di Huntara, DPR Desak Aksi Nyata Pemerintah

Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:25

Norwegia Masih Kuat di Posisi Puncak Olimpiade, Amerika Salip Tuan Rumah

Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya