Berita

Ilustrasi eksplorasi panas bumi/Net

Nusantara

Warga Tolak Eksplorasi Panas Bumi di Tanjung Sakti

MINGGU, 06 APRIL 2025 | 22:44 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Rencana eksplorasi panas bumi di Kecamatan Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan ditolak masyarakat setempat.

Warga menganggap proyek garapan Hitay Energy ini berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, sosial, hingga ekonomi masyarakat lokal.

Kekhawatiran utama warga adalah potensi kerusakan lingkungan seperti penggundulan hutan, banjir bandang, kekeringan, serta hilangnya habitat satwa liar, termasuk harimau Sumatera.


Mereka juga menyoroti kejadian banjir bandang dan kekeringan yang pernah melanda kawasan Mulak Sebingkai dan sekitarnya, serta kemunculan harimau ke pemukiman warga yang memakan korban jiwa. Fenomena ini dinilai sebagai dampak dari kegiatan industrialisasi sebelumnya.

Selain itu, warga juga takut proyek eksplorasi dapat mengancam mata pencaharian masyarakat jika lahan pertanian dan perkebunan masuk dalam area operasi.

“Warga juga resah karena kendaraan bertonase besar milik perusahaan akan merusak infrastruktur seperti jalan desa, yang tentu akan mengganggu aktivitas harian masyarakat,” kata Tokoh Pemuda Tanjung Sakti, Lian Ugansah (25) dikutip dari Kantor Berita RMOLSumsel, Minggu, 6 April 2025.

Ketua Purna Prakarya Muda Indonesia (PPMI) Provinsi Sumsel ini mengingatkan, semua pembangunan harus melalui kajian komprehensif dan mendapatkan dukungan masyarakat demi memberikan manfaat jangka panjang.

“Saya pribadi sangat terkejut mendengar rencana proyek ini. Tanjung Sakti adalah kawasan penyangga, sebagian besar wilayahnya hutan lindung dan hulu sungai. Proyek eksplorasi ini sangat berisiko terhadap lingkungan dan bisa memicu bencana alam,” kritiknya.

Oleh sebab itu, ia mendesak pemerintah pusat mengkaji ulang izin lanjutan kepada Hitay Energi agar masyarakat lokal tidak menerima dampak negatif.

“Kami minta pemerintah tidak mengabaikan suara rakyat dan segera meninjau ulang proyek ini,” tutupnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya