Berita

Aksi protes warga Amerika Serikat menentang Presiden Donald Trump dan Elon Musk di Washington pada Sabtu, 5 April 2025/Net

Global

Gelombang Protes Hands Off! Guncang AS dan Eropa, Ribuan Tuntut Trump dan Musk

MINGGU, 06 APRIL 2025 | 09:53 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Ribuan orang memadati jalanan di lebih dari 1.200 lokasi di seluruh Amerika Serikat dan berbagai kota di Eropa dalam aksi unjuk rasa menentang kebijakan Presiden Donald Trump dan peran miliarder Elon Musk dalam pemerintahan bertajuk “Hands Off!” pada Sabtu waktu setempat, 5 April 2025. 

Di National Mall, Washington DC, lebih dari 20.000 orang berkumpul menyuarakan protes mereka. 

“Seluruh negara kita sedang diserang, semua lembaga kita, semua hal yang membuat Amerika seperti sekarang ini,” ujar Terry Klein, seorang ilmuwan biomedis pensiunan dari Princeton, New Jersey, yang hadir langsung di lokasi aksi, seperti dimuat ABC. 


Aksi ini menjadi salah satu mobilisasi oposisi terbesar terhadap pemerintahan Trump sejak Women's March 2017 dan gelombang protes Black Lives Matter pada 2020. 

Digerakkan oleh lebih dari 150 organisasi, termasuk kelompok hak-hak sipil, serikat buruh, dan komunitas LGBTQIA+, demonstrasi ini menyerukan penolakan terhadap kebijakan pemerintah terkait pemangkasan anggaran sosial, deportasi, dan pembatasan hak asasi.

Di New York, Boston, Los Angeles, dan Atlanta, para pengunjuk rasa turun ke jalan dengan spanduk dan slogan yang mengecam pemotongan dana sosial, penutupan lembaga pemerintah, hingga perlakuan terhadap minoritas. 

Beberapa bahkan membawa hewan peliharaan, termasuk seekor anjing dengan tanda bertuliskan “Saya gigit Nazi”.

Aksi serupa juga berlangsung di luar negeri. Di Paris, sekitar 200 orang berkumpul di Place de la République. Di London, demonstran memenuhi Trafalgar Square dengan spanduk bertuliskan “Bangga Menjadi Orang Amerika yang Malu” dan meneriakkan slogan seperti “Jangan Sentuh Ukraina” dan “Jangan Sentuh Greenland”.

“Serangan yang kita lihat, tidak hanya bersifat politis. Serangan itu bersifat pribadi, kawan,” tegas Kelley Robinson, Presiden Human Rights Campaign, dalam pidatonya di Washington DC. 

“Mereka mencoba melarang buku-buku kita, memangkas dana pencegahan HIV, dan mengkriminalisasi guru, dokter, dan keluarga," kata dia lagi. 

Sasaran kemarahan massa tak hanya Trump, tetapi juga Elon Musk, yang kini memimpin Departemen Efisiensi Pemerintah, lembaga baru yang disebut berperan besar dalam perampingan birokrasi dan pemangkasan anggaran. 

Musk mengklaim telah “menghemat miliaran dolar bagi pembayar pajak”, namun dituduh mencederai hak-hak pekerja dan kelompok rentan.

Gedung Putih merespons protes tersebut dengan menyatakan bahwa posisi Trump jelas: ia akan selalu melindungi Jaminan Sosial, Medicare, dan Medicaid bagi penerima manfaat yang memenuhi syarat.

Namun, para demonstran menyebut pernyataan itu tidak sejalan dengan realitas. 

“Kami menyaksikan langsung bagaimana program-program penting dipangkas, dan orang-orang paling rentan dibiarkan tanpa perlindungan,” ujar salah satu demonstran di Los Angeles.

Dari San Francisco hingga Berlin, pesan yang sama digaungkan: "Hands Off!" terhadap hak-hak dasar, kebebasan sipil, dan integritas institusi demokrasi. Di San Francisco, para pengunjuk rasa bahkan membentuk spanduk manusia raksasa di pantai Ocean Beach, sebagai simbol solidaritas.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Hashim Bantah Janjikan HP Gratis, Ngaku Dipelintir Media

Jumat, 30 Oktober 2026 | 00:13

Hemat Biaya Operasional, Drone Pertanian Frogs Bidik Program Cetak Sawah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45

28 Jam Pemuda Bicara di Malang Usung Deklarasi ‘Sumpah Promptmuda’

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:24

Kemenkop dan Pertamina Patra Niaga Luncurkan Model Pengumpulan Minyak Jelantah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:59

Asap dan Sengsara

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:52

Sempat Ditahan, 19 Demonstran Sumpah Pemuda Dibebaskan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:38

32,7 Juta Investor Kecewa Nilai Saham Anjlok Imbas MSCI, Hashim: Saya Juga

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:12

PLN Siap Pasok Daya Andal untuk Jaringan Usaha Telkom Group

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:47

Tim Yaqut Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Kuota Haji

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:36

Singapura Panggil 10 Perusahaan RI soal Karhutla, Rosan: Investasi Tetap Terbuka

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:21

Selengkapnya