Berita

Representative Image/Net

Dunia

Gaza Alami Krisis Air Besar-besaran, 70 Persen Pasokan Disetop Israel

MINGGU, 06 APRIL 2025 | 09:19 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Kota Gaza memperingatkan bahwa Jalur Gaza menghadapi ancaman krisis air bersih yang parah setelah pasukan Israel menghentikan aliran air dari perusahaan air nasional Israel, Mekorot, pada Sabtu, 5 April 2025. 

Langkah ini memutus sekitar 70 persen dari total pasokan air ke daerah kantong tersebut, memperparah situasi kemanusiaan yang sudah genting.

Menurut juru bicara pemerintah kota Gaza, Hosni Mehanna, pemutusan aliran air tersebut secara langsung memengaruhi jaringan pipa utama di lingkungan Shujaiya, wilayah timur Kota Gaza yang sejak Kamis, 3 April 2025 menjadi lokasi operasi militer intensif oleh pasukan Israel.


"Alasan di balik penghentian tersebut masih belum jelas, tetapi kami berkoordinasi dengan organisasi internasional untuk memeriksa apakah jaringan pipa tersebut rusak akibat pemboman besar-besaran Israel di daerah tersebut," ujar Mehanna, seperti dimuat Anadolu Agency.

Ia menambahkan bahwa penghentian itu bisa jadi akibat kerusakan fisik karena serangan atau keputusan politik yang disengaja dari otoritas Israel.

"Terlepas dari penyebabnya, konsekuensinya mengerikan. Jika aliran air dari Mekorot tidak segera dipulihkan, Gaza akan menghadapi krisis air yang parah," tegas Mehanna.

Jalur Gaza selama ini sudah bergulat dengan kelangkaan air bersih akibat blokade yang berlangsung selama bertahun-tahun, keruntuhan infrastruktur, dan kontaminasi air tanah. 

Pemutusan pasokan ini semakin memperburuk keadaan yang telah lama berada di ambang krisis.

Situasi di Gaza terus memburuk sejak Israel melanjutkan kampanye militernya pada Maret lalu, menyusul berakhirnya gencatan senjata hampir dua bulan. 

Menurut data terakhir, lebih dari 50.000 warga Palestina telah kehilangan nyawa sejak konflik memanas kembali pada Oktober 2023.

Dengan pemutusan air dari sumber utama, ratusan ribu warga sipil kini terancam dehidrasi dan penyakit akibat minimnya akses air bersih. 

Pemerintah kota menyerukan intervensi segera dari organisasi internasional untuk menekan Israel agar memulihkan pasokan air dan mencegah bencana kemanusiaan lebih lanjut.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya