Berita

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump/Net

Dunia

Respons Kebijakan Tarif Trump, Perusahaan Belanda Pecat 900 Karyawan di AS

JUMAT, 04 APRIL 2025 | 09:47 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Perusahaan manufaktur otomotif asal Belanda Stellantis mengumumkan bahwa mereka menghentikan produksi di pabrik-pabriknya di Meksiko dan Kanada serta memberhentikan sementara 900 pekerja di Amerika Serikat. 

Keputusan diambil menyusul pengumuman kebijakan tarif yang diterapkan oleh Presiden Donald Trump pada industri otomotif.

Penghentian ini akan berlangsung selama dua minggu di pabrik Kanada dan sepanjang bulan April di Meksiko. 


Kepala perusahaan untuk Amerika Utara, Antonio Filosa mengungkapkan bahwa sebanyak 4.500 pekerja akan terkena dampak di Kanada, sementara pekerja di Meksiko masih akan melapor ke pabrik tetapi tidak akan melakukan produksi kendaraan.

"Kami terus menilai dampak jangka menengah dan panjang dari tarif ini terhadap operasi kami, tetapi juga telah memutuskan untuk mengambil beberapa tindakan segera, termasuk menghentikan sementara produksi di beberapa pabrik perakitan kami di Kanada dan Meksiko," ujarnya, seperti dikutip dari CBS News pada Jumat, 4 April 2025. 

Pengumuman ini muncul tidak lama setelah Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, menyatakan bahwa dampak positif dari tarif tersebut akan segera terlihat. Lutnick optimistis bahwa kebijakan ini akan membawa investasi besar ke Amerika Serikat.

"Anda mulai mendengar baru-baru ini bahwa kami memiliki komitmen investasi sebesar 5 triliun dolar AS. Orang-orang akan mulai membangun pabrik sekarang. Semua konstruksi itu dimulai sekarang. Itu mulai mempekerjakan orang Amerika hari ini," kata dia. 

"Anda akan melihat pabrik-pabrik dibangun, pabrik-pabrik dibangun kembali. Semua shift berjalan lancar di seluruh Amerika sekarang. Anda akan melihat lapangan kerja melonjak mulai hari ini," kata dia lagi. 

Namun, meskipun ada optimisme dari pemerintah, pasar keuangan Amerika Serikat mengalami tekanan. Indeks S&P 500 mengalami penurunan harian terburuk sejak awal pandemi dengan penurunan sebesar 4,8 persen, sementara Nasdaq 100 anjlok 6 persen.

Trump tetap yakin bahwa kebijakannya akan membawa keuntungan besar bagi perekonomian AS. 

"Hal yang harus dibicarakan orang, kita memiliki investasi hampir 7 triliun dolar AS yang masuk ke negara kita, dan Anda akan melihat bagaimana hasilnya," kata dia di White House South Lawn.

Sementara itu, para pekerja yang terkena dampak dan industri otomotif secara keseluruhan masih menunggu kepastian mengenai bagaimana kebijakan tarif ini akan membentuk masa depan industri mereka di Amerika Utara.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya