Berita

Jokowi-Magawati/Net

Politik

Megawati dan Jokowi Harus Segera Berjabat Tangan

RABU, 02 APRIL 2025 | 09:53 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ketidakharmonisan antara Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri harus segera disudahi. 

Sebab, hal itu berpotensi merusak tatanan sosial hingga perekonomian karena mantan presiden saling berseteru.

Demikian analisa Pengamat Politik sekaligus Dosen Pascasarjana Universitas Sahid Jakarta, Saiful Anam, saat berbincang dengan RMOL, Rabu 2 April 2025. 


“Mega dan Jokowi harus secepatnya berjabat tangan demi bangsa yang sedang porak poranda dari sisi ekonomi dan sosial,” kata Anam. 

Menurut Anam, Indonesia membutuhkan para elite dan semua pihak bergotong royong membangun bangsa yang lebih baik lagi ke depannya. Oleh karena itu, segala bentuk permusuhan harus disudahi. 

“Bangsa ini membutuhkan kehadiran dan persatuan tokoh-tokoh bangsa untuk bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik, bukan malah mengedepankan ego probadi masing-masing,” ujarnya.

Sebelumnya, Jokowi telah mengonfirmasi bahwa ia tidak akan menghadiri undangan Presiden Prabowo Subianto ke Istana Negara untuk halal bihalal. Jokowi mengaku memilih untuk tetap di Solo berlebaran bersama keluarga.

"(Ke Jakarta ketemu Pak Prabowo?) Nggak, nggak, Lebaran di sini (Solo)," katanya di Graha Saba Buana, Solo, Jawa Tengah, pada Senin 31 Maret 2025.

Ketidakhadiran Jokowi ditengarai karena tidak ingin bertemu dengan Megawati. 

Sementara itu, putra Prabowo, Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo alias Didit Hediprasetyo, menyambangi kediaman Megawati dalam momentum Idulfitri di Jalan Teuku Umar, Jakarta, Senin, 31 Maret 2025.

Usai dari rumah Megawati, Didit pun langsung ke Solo untuk menemui Jokowi. Kepada wartawan, Didit pun menyebut tujuannya menemui Jokowi merupakan silaturahmi dalam momen Lebaran.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Jokowi Jadikan PSI Kendaraan Politik demi Melanggengkan Dinasti

Senin, 02 Februari 2026 | 10:15

IHSG "Kebakaran", Sempat Anjlok Hingga 5 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 09:49

Ketegangan Iran-AS Reda, Harga Minyak Turun Hampir 3 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 09:47

Tekanan Pasar Modal Berlanjut, IHSG Dibuka Anjlok Pagi Ini

Senin, 02 Februari 2026 | 09:37

Serang Pengungsi Gaza, Israel Harus Dikeluarkan dari Board of Peace

Senin, 02 Februari 2026 | 09:27

BPKN Soroti Risiko Goreng Saham di Tengah Lonjakan Jumlah Emiten dan Investor

Senin, 02 Februari 2026 | 09:25

Komitmen Prabowo di Sektor Pendidikan Tak Perlu Diragukan

Senin, 02 Februari 2026 | 09:14

Menjaga Polri di Bawah Presiden: Ikhtiar Kapolri Merawat Demokrasi

Senin, 02 Februari 2026 | 09:13

Emas Melandai Saat Sosok Kevin Warsh Mulai Bayangi Kebijakan The Fed

Senin, 02 Februari 2026 | 09:07

Nikkei Positif Saat Bursa Asia Dibuka Melemah

Senin, 02 Februari 2026 | 08:49

Selengkapnya