Berita

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen Kristomei Sianturi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada Selasa, 1 April 2025/RMOL

Pertahanan

Belajar dari Peristiwa Sebelumnya, Mabes TNI Minta Para Dansat Perketat Awasi Prajurit

RABU, 02 APRIL 2025 | 01:20 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Perlu ada peningkatan pengawasan terhadap prajurit, termasuk oleh para komandan satuan (Dansat). Menyusul beberapa tindakan indisipliner prajurit yang berujung masalah hukum.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen Kristomei Sianturi menegaskan, jika prajurit melakukan kesalahan, maka komandan harus ikut bertanggung jawab.

"Unsur fungsi pengawasan dari komandan satuan masing-masing. Kalau anak buahnya salah, tentu komandan ikut bertanggung jawab soal itu," kata Kristomei kepada wartawan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa, 1 April 2025.


Apalagi, lanjut Kristomei, aturan standar operasional prosedur (SOP) prajurit saat tidak di barak sudah ada di setiap satuan. Jadi perlu ada fungsi pengawasan ketat oleh Dansat.

"Keputusan mutlak. Jika ada yang melanggar dari aturan itu tadi. Dihukum seberat-beratnya. Toh, yang di tentara juga banyak TNI-nya. Kalau kita hukum satu dua orang yang nakal itu ya enggak ada masalah," tegas Kristomei.

Nama TNI kembali tercoreng akibat peristiwa pembunuhan seorang jurnalis perempuan di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Juwita, oleh kekasihnya pria berinisial J. Pelaku diketahui merupakan seorang anggota TNI Angkatan Laut.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Aneh Sekali! Legalisir Ijazah Jokowi Tanpa Tanggal, Bulan, dan Tahun

Jumat, 13 Februari 2026 | 02:07

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

UPDATE

Alpriado Osmond Mangkir, Sidang Mediasi di PN Tangerang Ditunda

Senin, 23 Februari 2026 | 16:17

Dasco Minta Impor 105 Ribu Mobil Pikap dari India Ditunda

Senin, 23 Februari 2026 | 16:08

Tiongkok Desak AS Batalkan Tarif Trump Usai Putusan MA

Senin, 23 Februari 2026 | 16:02

SBY Beri Wejangan Geopolitik ke Peserta Pendidikan Lemhannas

Senin, 23 Februari 2026 | 15:55

Subsidi untuk Pertamina dan PLN Senilai Rp27 Triliun Segera Cair

Senin, 23 Februari 2026 | 15:53

Putaran Ketiga Perundingan Nuklir Iran-AS Bakal Digelar 26 Februari di Jenewa

Senin, 23 Februari 2026 | 15:42

KPK Buka Peluang Panggil OSO Terkait Fasilitas Jet Pribadi Menag

Senin, 23 Februari 2026 | 15:38

Perjanjian Dagang RI-AS Jangan Korbankan Kedaulatan Data

Senin, 23 Februari 2026 | 15:24

Palguna Diadukan ke MKMK, DPR: Semua Pejabat Bisa Diawasi

Senin, 23 Februari 2026 | 15:24

Polisi Amankan 28 Orang Lewat Operasi Gakkum di Yahukimo

Senin, 23 Februari 2026 | 15:23

Selengkapnya