Berita

Rudal Iran/Net

Dunia

Iran Tantang Balik Trump, Sebut Rudal Bawah Tanah Siap Diluncurkan Kapan Saja

SENIN, 31 MARET 2025 | 16:47 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Iran mengeluarkan peringatan keras terhadap kemungkinan serangan dari Amerika Serikat (AS), menegaskan bahwa negara tersebut siap merespons dengan "keras" jika terjadi pelanggaran terhadap kedaulatannya. 

Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran menyatakan bahwa negara itu telah mencapai tingkat pencegahan aktif, yang berarti siap menanggapi serangan apa pun dengan kekuatan penuh.

"Iran telah mencapai tingkat pencegahan aktif di mana setiap pelanggaran kedaulatannya akan ditanggapi dengan respons keras," ujar Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran dalam sebuah pernyataan resmi, seperti dikutip dari Iran International pada Senin, 31 Maret 2025.
 

 
Surat kabar yang dikelola pemerintah Iran, Tehran Times, melaporkan bahwa rudal-rudal yang terletak di kota-kota bawah tanah Iran telah dimuat dan siap untuk diluncurkan. 

"Rudal Iran dimuat ke peluncur di semua kota rudal bawah tanah dan siap diluncurkan," demikian laporan tersebut, yang menambahkan bahwa pembukaan kotak Pandora akan memberikan dampak besar bagi AS dan sekutunya.

Laporan ini sejalan dengan retorika yang semakin tajam dari Presiden AS Donald Trump, yang pada hari yang sama memperingatkan bahwa AS akan membom Iran jika Teheran tidak mencapai kesepakatan mengenai program nuklirnya. 

"Jika mereka tidak membuat kesepakatan, akan ada pemboman, dan itu akan menjadi pemboman yang belum pernah mereka lihat sebelumnya," tegas Trump dalam wawancara dengan NBC News.

Tak lama setelah itu, Trump menekankan bahwa meskipun opsi pemboman terbuka, ia lebih mengutamakan kesepakatan daripada opsi tersebut. 

"Saya lebih suka kesepakatan daripada alternatif lain yang menurut saya semua orang di pesawat ini tahu apa itu. Itu tidak akan menyenangkan," tambah Trump.

Ketegangan semakin memuncak setelah laporan dari The Telegraph yang mengungkapkan bahwa Iran berencana menyerang pangkalan angkatan laut Inggris-Amerika di Samudra Hindia jika AS menyerang negara tersebut. 

Laporan itu mengutip seorang pejabat militer senior Iran yang menyatakan bahwa tidak akan ada perbedaan dalam menargetkan pasukan Inggris atau AS jika Iran diserang dari pangkalan mana pun di wilayah tersebut. 

Pernyataan ini muncul setelah pengiriman pesawat pengebom B-2 Spirit ke Fasilitas Dukungan Angkatan Laut Diego Garcia di Kepulauan Chagos, yang dilaporkan beberapa hari sebelumnya.

Meskipun pangkalan tersebut berjarak 3.800 kilometer dari Iran, dan kemampuan rudal balistik Iran terbatas pada jarak 2.000 kilometer, ketegangan di kawasan itu tetap memanas.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

UPDATE

Perpres Pelindungan Ojol Jangan Berhenti di Atas Kertas

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:29

Awasi Ketat Penggunaan Anggaran Operasi Modifikasi Cuaca

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:16

Sakelar Cahaya di Dalam Otak

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:04

Kartu Nikah Digital Bisa Diakses melalui Simkah, Ini Caranya!

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:44

Nusron Wahid Bikin KPK Tidak Berkutik

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:24

Dulu di Depok Banyak Maling dan Begal, Sekarang Aman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:08

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Puluhan Korban Investasi Emas Polisikan Direksi PT DGJ

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:33

Tragedi Affan dan Bambang Jangan Terulang

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:14

Selengkapnya