Berita

Senjata laras panjang yang digunakan Kopda Basar menembak tiga anggota Polisi di Way Kanan/istimewa

Presisi

Hasil Forensik: Tiga Polisi Way Kanan Terkena Peluru Kaliber 5,56 mm

SENIN, 31 MARET 2025 | 05:57 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Hasil pemeriksaan forensik mengungkap proyektil yang diambil dari tubuh tiga anggota Polres Way Kanan yang tewas saat menggerebek tempat judi sabung ayam merupakan serpihan peluru kaliber 5,56 mm milik tersangka Kopda Basar.

"Kami menerima hasil pemeriksaan dari Forensik Polri terkait proyektil, selongsong, dan sampel darah, terungkap serpihan peluru kaliber 5,56 mm yang menewaskan tiga anggota polisi tersebut," ujar Dirkrimum Polda Lampung, Kombes Pahala Simanjuntak, dikutip RMOLLampung, Minggu 30 Maret 2025.

Pahala melanjutkan, serpihan proyektil yang ditemukan di tubuh korban berasal dari peluru jenis full metal jacket yang ditembakkan dari senjata laras panjang kaliber 5,56 mm.


Sebanyak delapan selongsong peluru kaliber 5,56 mm berhandstain buatan Indonesia, serta tiga butir selongsong peluru merupakan peluru kaliber 7,62×45 mm berhandstain buatan Indonesia.

“Untuk dua selongsong peluru lainnya merupakan selongsong kaliber 9,19 mm berhandstain buatan Indonesia,” lanjutnya.

Tim forensik juga menganalisis selongsong peluru dan sampel darah korban yang ditemukan di lokasi kejadian untuk memperjelas kronologi penembakan. Sample darah milik korban yang ditemukan di TKP dianalisis dengan hasil profil DNA dari swab darah milik korban AKP Anumerta Lusiyanto.

Di TKP 1 cocok dengan profil DNA milik korban AKP Anumerta Lusiyanto. Analisis labfor juga mengungkap profil DNA dari swab darah di TKP 2 cocok dengan profil milik korban atas nama Aipda anumerta Petrus.

“Profil DNA dari swab darah di TKP 3 cocok dengan profil DNA milik korban atas nama Briptu Anumerta M Ghalib," jelas Pahala.

"Hasil pemeriksaan laboratorium forensik ini kita limpahkan ke Denpom II/3 Lampung," pungkas Pahala.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Turbulensi Kepercayaan dalam Teropong Nobel Ekonomi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:16

Jadi Tersangka KPK, Bupati Klaten Didepak PDIP

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:45

Kapolri Rangkul Ulama Jatim untuk Jaga Kamtibmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:32

Ilham Habibie hingga Chappy Hakim Dianugerahi Golden PIN INACA

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:02

DPR: Kehadiran Kapolri di BEI Sinyal Negara Serius Menegakkan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:33

Ketua Gappura Minta DPR Turun Tangan Mediasi PHK dan GHS di Krakatau Steel

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:35

Walhi Soroti Tanggung Jawab Lintas Sektor dalam Penanganan Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:28

Kementerian UMKM Pulihkan 908 Usaha Terdampak Bencana di Sumatera

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:51

Komjak Diminta Turun Tangan Teliti JPU di Kasus Febrie

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:30

Surati Presiden Prabowo, YLKI Minta Menteri Bahlil Dicopot

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:49

Selengkapnya