Berita

Pemimpin junta militer Myanmar, Min Aung Hlaing/Net

Dunia

Junta Myanmar Minta Bantuan Internasional, Langkah Langka di Tengah Isolasi Global

SABTU, 29 MARET 2025 | 21:36 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemimpin junta militer Myanmar, Min Aung Hlaing, meminta bantuan internasional setelah gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang negara itu pada Jumat 28 Maret 2025.

"Saya ingin menyampaikan undangan terbuka ke organisasi dan negara mana pun yang bersedia datang dan membantu orang-orang yang membutuhkan di negara kita," kata Min Aung Hlaing dalam pidato yang disiarkan televisi.

Gempa dahsyat tersebut telah menewaskan sedikitnya 1.002 orang, dengan jumlah korban diperkirakan bisa mencapai 10 ribu jiwa.


Seruan ini menjadi upaya langka dari junta yang selama ini dikenal tertutup terhadap komunitas global sejak mengambil alih kekuasaan pada 2021.

Junta Myanmar dan Sikap Tertutup terhadap Dunia

Sejak kudeta, junta militer Myanmar kerap membatasi akses bantuan asing, terutama dari negara-negara Barat. Mereka lebih mengandalkan dukungan dari sekutu seperti Rusia, China, dan Korea Utara. Selain itu, junta juga menerapkan pembatasan ketat terhadap internet dan kebebasan pers.

Laporan Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) yang dikutip PBB pada Januari 2025 mencatat bahwa lebih dari 6.231 orang tewas akibat tindakan represif junta, termasuk 1.144 perempuan dan 709 anak-anak.

Kudeta yang dilakukan junta juga memicu perang sipil, dengan kelompok milisi dan warga yang mengangkat senjata untuk melawan rezim militer.

Min Aung Hlaing Diburu ICC

Di tengah bencana ini, Min Aung Hlaing masih menjadi buronan Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Sejak 2019, ICC menyelidiki dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan yang melibatkan dirinya, terutama terkait pengusiran dan penganiayaan terhadap warga Rohingya pada 2017.

Pada 2024, jaksa ICC resmi mengajukan surat perintah penangkapan terhadap Min Aung Hlaing, menambah tekanan terhadap kepemimpinan junta.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia, Ini Rekor Statistiknya

Minggu, 27 September 2026 | 02:22

Tak Peduli Teman, Prabowo Tegas Sikat Pencuri Duit Negara

Minggu, 27 September 2026 | 02:02

Di Balik Kemudahan QRIS, Merchant Tetap Wajib Terima Tunai

Minggu, 27 September 2026 | 01:46

Gugatan Denny Indrayana Cs Untungkan Seluruh Parpol di DPR

Minggu, 27 September 2026 | 01:20

Pemerintah Jangan Pukul Rata Evaluasi IUP

Minggu, 27 September 2026 | 01:07

Emas Rahmat Bawa Indonesia Lompat ke Posisi 14

Minggu, 27 September 2026 | 00:35

Kowani Apresiasi Penegasan Menteri Hukum soal SK Kepengurusan

Minggu, 27 September 2026 | 00:17

Rahmat Erwin Abdullah Persembahkan Emas Kedua Indonesia

Minggu, 27 September 2026 | 00:05

Bhayangkari Salurkan 6 Ribu Paket Sembako untuk Warga Aceh

Sabtu, 26 September 2026 | 23:49

Wamenag Protes Keras Pembebasan Bersyarat Bechi Pemerkosa Santriwati

Sabtu, 26 September 2026 | 23:20

Selengkapnya