Berita

Presiden Prabowo Subianto/Ist

Dunia

Prabowo Berduka atas Gempa Dahsyat di Myanmar dan Thailand, Tawarkan Bantuan Pemulihan

SABTU, 29 MARET 2025 | 14:29 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa atas gempa bumi dahsyat yang mengguncang Myanmar dan Thailand pada Jumat 28 Maret 2025.

Melalui unggahan di platform X, Prabowo mengungkapkan simpati mendalam kepada masyarakat kedua negara yang terdampak bencana.

“Saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas gempa bumi dahsyat yang melanda Myanmar dan Thailand. Pikiran dan doa kami menyertai rakyat kedua negara selama masa sulit ini,” tulis Prabowo dikutip pada Sabtu 29 Maret 2025.


Sebagai bentuk solidaritas, Prabowo juga menegaskan kesiapan Indonesia untuk memberikan bantuan dalam proses pemulihan.

“Indonesia siap memberikan semua dukungan yang diperlukan untuk upaya pemulihan di daerah yang terkena dampak,” tambahnya.

Gempa berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang Myanmar pada Jumat siang telah menyebabkan lebih dari 1.000 orang tewas, menurut laporan pemerintah militer Myanmar pada Sabtu siang. Selain itu, sebanyak 2.376 orang mengalami luka-luka, sementara 30 lainnya masih dinyatakan hilang.

Otoritas setempat memperingatkan bahwa jumlah korban berpotensi terus bertambah seiring proses pencatatan yang masih berlangsung.

Gempa yang berpusat di dekat Mandalay itu juga memicu sejumlah gempa susulan, termasuk yang berkekuatan 6,4 magnitudo. Guncangan kuat menyebabkan bangunan runtuh, jalanan retak, jembatan roboh, dan bahkan sebuah bendungan jebol, meningkatkan risiko bencana lebih lanjut.

Dampak gempa terasa hingga Bangkok, Thailand, yang berjarak ratusan kilometer dari episentrum, hingga menyebabkan 10 korban tewas.

Para ahli geologi menyebut bahwa ini adalah salah satu gempa terbesar yang melanda Myanmar dalam beberapa dekade terakhir.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya