Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Saham Teknologi Anjlok, Wall Street Terjun Bebas

SABTU, 29 MARET 2025 | 08:32 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Amerika Serikat (AS) anjlok tajam pada penutupan perdagangan akhir pekan. 

Sektor teknologi tertekan oleh kekhawatiran inflasi dan kenaikan tarif impor, mendorong investor melakukan aksi jual terhadap saham ini. 

Indeks S&P 500 turun 1,97 persen ke level 5.580 poin. Nasdaq merosot 2,70 persen ke 17.322 poin. Sedangkan Dow Jones Industrial Average anjlok 1,69 persen ke 41.583 poin.


Sepuluh dari 11 sektor di S&P 500 mengalami penurunan, dengan layanan komunikasi terpuruk 3,81%, diikuti oleh konsumen diskresioner yang turun 3,27 persen.

Dikutip dari Reuters, saham Apple turun 2,7 persen, Microsoft kehilangan 3 persen, dan Amazon jatuh 4,3 persen.

Saham CoreWeare , perusahaan infrastruktur AI berbasis Nvidia, dibuka hampir 3 persen di bawah harga penawaran pada debutnya di Nasdaq. 

Debut buruk ini bisa memupus harapan pemulihan pasar IPO, terutama di tengah gejolak tarif.

Indeks perbankan yang sensitif terhadap suku bunga juga merosot 2,3 persen, sementara indikator volatilitas (VIX) melonjak hampir 3 poin ke level tertinggi dalam seminggu.

Di tengah kondisi ini, pasar keuangan melihat kemungkinan sebesar 76 persen bahwa Bank Sentral AS (The Fed) akan memangkas suku bunga sebesar 0,25 persen pada Juni, menurut CME FedWatch.

CEO AXS Investments, Greg Bassuk, mengatakan bahwa dampak kenaikan tarif terhadap inflasi mungkin belum terlihat sepenuhnya. Ia menyebut situasi saat ini bisa menjadi "masa tenang sebelum badai," di mana inflasi berpotensi meningkat dalam beberapa bulan ke depan.

Laporan terbaru menunjukkan belanja konsumen di AS pada Februari tumbuh lebih lambat dari perkiraan. Sementara itu, harga barang dan jasa inti justru mengalami kenaikan tertinggi dalam 13 bulan terakhir.

Situasi ini semakin memperburuk kekhawatiran pasar, terutama karena pemerintahan Donald Trump juga menaikkan tarif impor, yang dapat semakin menekan inflasi.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya