Berita

Gempa Myanmar/Net

Global

Gempa Myanmar-Thailand: 150 Tewas, 30 Jasad Ditemukan Terkubur di Apartemen yang Ambruk

SABTU, 29 MARET 2025 | 07:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Korban tewas akibat gempa bumi dahsyat di Myanmar terus bertambah. Pihak berwenang mengatakan saat ini jumlahnya mencapai lebih dari 140 orang.

Sebagian besar kehancuran akibat gempa pada Jumat, 28 Maret 2025, terjadi di kota terbesar kedua di Myanmar, Mandalay, yang terletak dekat dengan episentrum gempa berkekuatan 7,7 skala Richter.

MRTV yang dikelola pemerintah mengatakan sedikitnya 144 orang tewas di Myanmar dan 732 orang terluka.


Seorang petugas penyelamat dari Amarapura, kota kuno dan sekarang menjadi kotamadya Mandalay, mengatakan jasad 30 orang telah ditemukan dari blok apartemen bertingkat yang runtuh.

"Saya belum pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya - kota kami tampak seperti kota yang runtuh," katanya, memperkirakan sekitar seperlima bangunan telah hancur, seperti dikutip dari Reuters.

"Kami menerima panggilan bantuan dari orang-orang di dalam, tetapi kami tidak dapat membantu karena kami tidak memiliki cukup tenaga kerja dan mesin untuk membersihkan puing-puing, tetapi kami tidak akan berhenti bekerja," lanjutnya.

Jenderal Min Aung Hlaing, pemimpin junta militer Myanmar, mengatakan akan ada lebih banyak kematian dan korban dan mengundang "negara mana pun" untuk memberikan bantuan dan sumbangan.

Berbicara di Gedung Putih pada hari Jumat, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia telah berbicara dengan para pejabat di Myanmar dan bahwa pemerintahannya akan memberikan beberapa bentuk bantuan. 

"Kami akan membantu," katanya kepada wartawan.

Meskipun pemerintah berupaya menutup Badan Pembangunan Internasional AS dan memangkas hampir semua pekerjaan yang tersisa, juru bicara Departemen Luar Negeri Tammy Bruce mengatakan para ahli bencana USAID siap membantu, termasuk dengan mengirimkan kebutuhan makanan dan air minum.

"USAID telah menyiapkan tim ahli bencana yang memiliki kapasitas untuk merespons jika terjadi bencana," kata Bruce dalam jumpa pers. 

"Kami siap bergerak sekarang. Tidak ada dampak terhadap kemampuan kami untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut, permintaan bantuan tersebut, jika dan ketika permintaan itu datang," ujarnya.

Di ibu kota Thailand, Bangkok, seorang pejabat mengatakan sedikitnya sembilan orang tewas. Tim penyelamat tengah mencari di antara puing-puing gedung pencakar langit yang runtuh.

Mandalay, dengan populasi sekitar 1,5 juta jiwa, adalah ibu kota kerajaan kuno Myanmar dan pusat wilayah Buddha. 

Petugas berusaha menyelamatkan puluhan biksu yang terjebak di bawah reruntuhan di Biara Phaya Taung, kata petugas tanggap darurat di Amarapura.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya