Berita

Pemimpin Junta Myanmar Min Aung Hlaing/Net

Dunia

Junta Myanmar Siap Gelar Pemilu pada Desember 2025

JUMAT, 28 MARET 2025 | 13:02 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kepala militer Myanmar, Min Aung Hlaing, menjanjikan pemilihan umum sipil yang bebas dan adil pada bulan Desember mendatang, meskipun negara tersebut terperangkap dalam perang saudara yang berkepanjangan.

Dalam pidatonya di parade tahunan Angkatan Bersenjata Myanmar, Min Aung Hlaing mengungkapkan rencana untuk menggelar pemilihan umum multipartai di negara tersebut. 

Ia menyatakan bahwa meskipun Myanmar sedang menghadapi konflik internal yang mengakibatkan kehancuran ekonomi dan ketegangan politik, militer tetap berkomitmen untuk melaksanakan pemilu yang akan memberikan kekuatan kepada partai pemenang.


"Persiapan yang diperlukan sedang dilakukan untuk pemilihan umum," kata Min Aung Hlaing dalam pidato yang disampaikan kepada ribuan tentara di ibu kota Naypyitaw, seperti dimuat Reuters pada Jumat, 28 Maret 2025.

"Kami berupaya menyelenggarakan pemilihan umum yang diinginkan rakyat, yaitu pemilihan umum demokratis yang bebas dan adil serta multipartai. Kami akan menyerahkan kekuasaan kepada partai pemenang," tambahnya.

Sejak menggulingkan pemerintahan sipil yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi pada 2021, militer Myanmar telah berjuang untuk mempertahankan stabilitas di tengah meningkatnya pemberontakan. 

Meskipun beberapa pihak internasional dan dalam negeri meragukan integritas pemilu yang direncanakan, militer bersikeras bahwa pemilu ini akan mencerminkan kehendak rakyat Myanmar.

Berdasarkan sensus yang dilakukan militer pada tahun lalu, mereka mengklaim telah menyusun daftar pemilih dengan survei lapangan yang sudah mencapai 145 dari 330 kotamadya di Myanmar. Sebanyak 53 partai politik telah mendaftarkan diri untuk berpartisipasi dalam pemilihan.

Namun, banyak pihak yang menentang pemilu ini, termasuk kelompok pemberontak dan beberapa negara internasional. Para penentang menyatakan bahwa pemilu yang dijadwalkan akan digelar di tengah situasi perang saudara dan tidak mencerminkan kehendak rakyat Myanmar. 

"Pemilu ini hanyalah kedok untuk mempertahankan kekuasaan militer," tegas salah seorang juru bicara kelompok oposisi.

Min Aung Hlaing, dalam kesempatan yang sama, kembali menekankan bahwa militer sedang berperang dalam "perang yang adil" melawan kelompok pemberontak yang dianggapnya berusaha menghancurkan negara.

Ia mendesak pihak pemberontak untuk menghentikan kekerasan dan mencari penyelesaian politik melalui dialog.

Penyelenggaraan pemilu ini, meskipun diumumkan, berpotensi memicu lebih banyak kekerasan. Sejumlah analis memperingatkan bahwa keputusannya untuk tetap menggelar pemilu di tengah perang dapat memperburuk krisis yang ada. 

Sejauh ini, lebih dari tiga juta orang terpaksa mengungsi akibat pertempuran, dan lebih dari sepertiga penduduk Myanmar membutuhkan bantuan kemanusiaan. 

Negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara melalui ASEAN juga telah menyerukan junta militer untuk lebih memprioritaskan perdamaian daripada pemilu.

Sementara itu, sejumlah pihak internasional menegaskan untuk tidak mengakui hasil pemilu jika berlangsung dengan cara yang dianggap tidak sah dan tidak inklusif. Hal ini menjadi sorotan utama dalam perbincangan tentang masa depan Myanmar di pentas internasional.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya