Berita

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Koordinator Komisariat Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Muhammad Falah Musyaffa/Ist

Politik

Ketum HMI UNJ Sesali Pemberitaan Miring Dirinya di Media Nasional

KAMIS, 27 MARET 2025 | 23:57 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Koordinator Komisariat Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Muhammad Falah Musyaffa, memberikan klarifikasi tegas terhadap pemberitaan yang dimuat oleh Fajar.co.id. 

Falah menilai pemberitaan tersebut menyesatkan, merugikan nama baiknya serta organisasi yang ia pimpin, dan melanggar etika jurnalistik.

Ia menegaskan bahwa informasi yang disampaikan dalam artikel tersebut tidak benar dan dapat membangun opini yang keliru di masyarakat.


“Saya ingin mengklarifikasi bahwa informasi dalam artikel tersebut tidak benar, menyesatkan, dan berpotensi merugikan reputasi saya serta kelembagaan Korkom HMI UNJ. Saya adalah mahasiswa aktif yang hingga saat ini masih menjalani perkuliahan dan tidak pernah terlibat dalam upaya untuk menjebak atau merugikan pihak mana pun,” ujar Falah, Kamis malam, 27 Maret 2025

Menurutnya, salah satu kekeliruan utama dalam pemberitaan tersebut adalah narasi yang menyebutkan bahwa acara yang diselenggarakannya adalah kegiatan buka bersama (bukber). 

Padahal, Falah menegaskan bahwa acara tersebut merupakan diskusi publik, sebagaimana telah jelas dicantumkan dalam pamflet resmi.

“Dalam pamflet yang telah dipublikasikan, sudah tegas disebutkan bahwa acara ini adalah diskusi, bukan bukber seperti yang dinarasikan dalam pemberitaan Fajar.co.id pada 25 Maret 2025. Kesalahan informasi ini sangat menyesatkan dan berpotensi menimbulkan persepsi yang salah di masyarakat,” tambahnya.

Falah mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan hak jawab sejak dua hari yang lalu kepada Fajar.co.id, namun hingga kini belum ada klarifikasi atau koreksi dari pihak media.

“Hingga hari ini, Fajar.co.id belum memberikan tanggapan atau memperbaiki pemberitaan yang keliru tersebut. Tidak adanya itikad baik untuk mengklarifikasi kesalahan ini menunjukkan sikap tidak profesional serta bertentangan dengan prinsip-prinsip etika jurnalistik,” tegasnya.

Falah menyayangkan ketidakprofesionalan media dalam menyajikan informasi, terutama karena pemberitaan yang menyesatkan ini telah mencoreng reputasinya secara pribadi serta mendiskreditkan HMI UNJ.

“Saya secara pribadi merasa sangat dirugikan, terutama karena foto saya dipajang dalam pemberitaan yang tidak akurat. Ini bukan hanya mencemarkan nama baik saya, tetapi juga mencederai integritas organisasi yang saya pimpin,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pemberitaan yang tidak berlandaskan fakta dan verifikasi yang benar berpotensi mencederai integritas pers serta merugikan pihak yang diberitakan secara tidak adil.

“Jurnalisme seharusnya mengedepankan kebenaran dan keberimbangan. Namun, dalam kasus ini, Fajar.co.id tidak hanya menyebarkan informasi yang salah, tetapi juga mengabaikan hak jawab yang telah diajukan. Ini adalah pelanggaran serius terhadap etika jurnalistik,” bebernya.

Falah berharap klarifikasi ini dapat memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada publik serta menjadi pengingat bagi media agar lebih berhati-hati dalam menyajikan informasi.

“Pemberitaan yang tidak akurat, menyesatkan, dan tidak diklarifikasi meski sudah diajukan hak jawab, menunjukkan pengabaian terhadap prinsip jurnalistik yang benar. Saya mendesak agar Fajar.co.id segera memberikan klarifikasi dan koreksi yang layak, jika tidak segera ditindaklanjuti, kami akan laporkan ke pihak dewan pers dan aparat hukum tentang pengabaian dan pencemaran nama baik saya," pungkasnya.

Pada Rabu, 26 Maret 2025, Fajar.co mempublish berita berjudul ‘HMI UNJ Mengaku Dijebak Dukung RUU TNI Berkedok Bukber’ dengan memasang foto Falah yang seakan-akan dirinya menyesali telah dijebak soal dukungan terhadap UU TNI.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya