Berita

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung/RMOL

Nusantara

Pramono Harus Pilih Pejabat yang Miliki Rekam Jejak Antikorupsi

KAMIS, 27 MARET 2025 | 09:03 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung diharapkan memilih pejabat yang akan membantunya membangun ibukota dengan rekam jejak antikorupsi.

"Pilih pejabat yang memiliki rekam jejak antikorupsi," kata Ketua Relawan Pramono Anung-Rano Karno (Pranko) untuk Jakarta, M Zulfikar melalui keterangan tertulisnya, Kamis 27 Maret 2025.

Zulfikar turut mendukung ketegasan Pramono untuk melawan korupsi di lingkungan Pemprov DKI. Antara lain dengan melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan untuk mengawasi pembangunan di Jakarta.


Menurut Zulfikar, pelibatan aparat penegak hukum sangat penting dalam pemberantasan korupsi dan upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan dan berwibawa di Pemprov DKI.

"Saat ini Pramono sedang menerapkan ekosistem birokrasi bersih bebas KKN di Pemprov DKI," kata Zulfikar.

Zulfikar juga melihat Pramono sedang melakukan pengawasan ketat yang dimulai dari sisi hulu penganggaran sampai dengan sisi hilir eksekusi anggaran di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

"Pengawasan dilakukan berlapis, bahkan disupervisi KPK dan Kejaksaan dan berbagai institusi lainnya," kata Zulfikar.

Zulfikar menekankan, APBD yang berasal dari duit rakyat dalam pengelolaannya harus transparan sesuai peraturan yang berlaku demi terwujudnya pembangunan yang berkualitas.

"Era Pramono harus bebas dari kasus korupsi," tutup Zulfikar.


Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

DPR Minta Pengusaha Klub Malam Jangan Beri Ruang Peredaran Narkoba

Selasa, 09 Juni 2026 | 02:09

Telkom Bersama KIP Dukung Literasi Keterbukaan Informasi Publik

Selasa, 09 Juni 2026 | 01:45

Buku ‘Presiden Solusi’ Ulas Rekam Jejak Transformasi Prabowo

Selasa, 09 Juni 2026 | 01:20

Ratifikasi ILO C188 Jangan Ulangi Kesalahan Implementasi MLC 2006

Selasa, 09 Juni 2026 | 01:01

Miris! Purbaya Belum Siapkan Insentif buat Pedagang Tahu Tempe

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:42

Keanu Bantah Terima Duit Penipuan Jemaah Umrah Hanania

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:16

Ketum PPP Mardiono Dilaporkan ke Polisi, Dugaan Pemalsuan Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:12

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Bupati Muara Enim Dkk Langsung Digiring ke KPK Usai Terjaring OTT

Senin, 08 Juni 2026 | 23:45

Segel Gerai Tiffany & Co Dibuka Usai Sepakat Bayar Denda Rp97,49 M

Senin, 08 Juni 2026 | 23:16

Selengkapnya