Berita

Ilustrasi (Foto: toledoblade.com)

Bisnis

Danantara Raja Asia, IHSG Melesat Fantastis di 6.472

KAMIS, 27 MARET 2025 | 07:35 WIB | OLEH: ADE MULYANA

MESKI mampu menutup sesi di zona penguatan tipis pada sesi perdagangan hari kedua pekan ini, kinerja indeks Wall Street terkesan mulai rawan untuk beralih merah di sisa pekan ini. Laporan sebelumnya menyebutkan, pelaku pasar yang kini semakin jatuh dalam kekhawatiran akan ancaman resesi pada perekonomian AS. Latar dari kekhawatiran tersebut terutama datang dari kebijakan tarif masuk pemerintahan Presiden Donald Trump.

Namun untuk beralih pesimis dengan melakukan tekanan jual agresif, pelaku pasar masih membutuhkan suntikan sentimen lain yang lebih meyakinkan. Dan suntikan sentimen tersebut kini mulai hadir dari rilis terkini Indeks keyakinan konsumen. Laporan lebih jauh menyebutkan, indeks keyakinan konsumen yang kini jatuh di kisaran 92,9 dibanding bulan sebelumnya yang sebesar 100,1. Besaran tingkat keyakinan konsumen tersebut juga lebih rendah dari ekspektasi investor yang dikisaran 93,5.

Hasil survei lebih rinci juga memperlihatkan tingkat kekhawatiran publik AS yang kini semakin meningkat dalam menilai situasi perekonomian terkini. Rangkaian hasil survei tersebut, seakan memberikan peringatan serius bagi pemerintahan Trump yang sebelumnya berkukuh dan jumawa dalam kebijakan tarif secara keras dan tegas. Kabar terkait sebelumnya menyebutkan, pihak pemerintahan Trump yang kini mulai melunak soal tarif dengan menyebut istilah fleksibilitas.


Sentimen secara keseluruhan akhirnya masih bertahan positif, hingga membuat sesi perdagangan di Wall Street menutup di zona hijau. Dan sentimen positif yang bertahan di Wall Street tersebut kemudian dijadikan bekal bagi sesi perdagangan di Asia, Rabu 26 Maret 2025 untuk bertahan optimis.

Pantauan dari jalannya sesi perdagangan di Asia memperlihatkan, kinerja Indeks yang cenderung konsisten menjejak zona penguatan di rentang terbatas. Namun di ujung sesi perdagangan sore, optimisme terkesan semakin tumbuh hingga pelaku pasar di Asia mampu mengangkat Indeks dalam taraf lebih signifikan.

Hingga sesi perdagangan sore ditutup, Indeks Nikkei (Jepang) berakhir naik 0,65 persen di 38.027,29, sementara indeks KOSPI (Korea Selatan) meloncat tajam 1,08 persen dengan berakhir di 2.643,94 dan Indeks ASX 200 (Australia) menguat 0,71 persen di 7.999,0.

Performa lumayan bursa saham Asia kemudian semakin mengukuhkan optimisme di bursa saham Indonesia. Namun lebih mengesankannya, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sangat mencolok dengan mampu secara konsisten menjejak zona penguatan sangat curam. IHSG bahkan terlihat semakin mendaki di sepanjang sesi perdagangan sore hingga akhirnya memungkasi sesi dengan melesat fantastis 3,8 persen di 6.472,35 dengan sempat mencetak titik tertinggi nya di 6.489,14.

Pantauan dari jalannya sesi perdagangan di Jakarta menunjukkan, minimnya suntikan sentimen domestik yang tersedia. Pantauan lebih jauh menunjukkan, kinerja sangat moncer saham-saham yang masuk dalam jajaran Danantara. Empat saham Danantara kompak mencetak lonjakan sangat fantastis untuk sekaligus menundukkan sentimen di bursa Asia.

BBRI melambung curam 5,26 persen dengan menutup di Rp4.000, BMRI melesat tajam 8,64 persen di Rp5.150, BBNI menanjak tajam 8,97 persen di Rp4.250 dan TLKM melompat tajam 4,27 persen di Rp2.440. Keempat saham Danantara tersebut juga mendominasi jajaran enam besar saham teraktif ditransaksikan berdasar nilai perdagangan.

Kinerja moncer IHSG juga mendapatkan sokongan dari seluruh saham unggulan lain yang masuk dalam jajaran teraktif ditransaksikan, seperti: BBCA, ASII, ADRO, UNTR, BBTN, SMGR, PGAS, JPFA, INDF, ITMG, PTBA, ISAT, ICBP, INTP, CPIN dan JSMR. Hingga sesi perdagangan berakhir, tidak satu pun saham unggulan yang tercecer di zona merah yang sekaligus mengukuhkan sentimen optimis yang sedang berkembang.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya