Berita

Ilustrasi/Net

Otomotif

Penjualan Mobil Listrik Loyo, Toyota Tunda Pembangunan Pabrik Baterai

RABU, 26 MARET 2025 | 15:01 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Produsen kendaraan Jepang Toyota Motor menunda pembangunan pabrik baterai mereka, menyusul lemahnya permintaan mobil listrik global.

Presiden Toyota, Koji Sato, mengunjungi Prefektur Fukuoka, lokasi rencana pabrik tersebut, dan bertemu dengan Gubernur Fukuoka, Seitaro Hattori, pada Selasa, 25 Maret 2025 waktu setempat.

Dikutip dari Nikkei Asia, Hattori mengatakan bahwa perjanjian lokasi yang semula dijadwalkan pada April kini diharapkan bisa ditandatangani pada musim gugur tahun ini atau sekitar September atau November. Belum jelas apakah penundaan ini akan memengaruhi target operasional pabrik pada 2028.


Toyota menyatakan tetap akan membangun pabrik ini, tetapi akan meninjau kembali jenis produk yang akan dibuat serta skala produksinya.

Awalnya pabrik ini direncanakan untuk memproduksi baterai bagi mobil listrik generasi terbaru Toyota. Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang berencana memberikan subsidi untuk pembangunan pabrik tersebut.

Saat ini, pabrik perakitan Toyota Miyata di Prefektur Fukuoka memiliki kapasitas produksi 430.000 kendaraan per tahun, dengan 90 persen produknya diekspor ke Asia dan Eropa. Pabrik ini terutama memproduksi mobil merek Lexus, yang menjadi bagian utama strategi kendaraan listrik Toyota.

Pabrik baru diharapkan dapat memproduksi baterai dengan jangkauan 1.000 kilometer, yang secara signifikan akan mengungguli kendaraan listrik saat ini.

Permintaan global untuk mobil listrik menjadi semakin sulit diprediksi. GlobalData telah menurunkan perkiraan penjualan kendaraan listrik tahun 2030 sebanyak 540.000 kendaraan menjadi 32,18 juta dari 32,72 juta. Meskipun pasar kendaraan listrik melambat di AS, pasar tersebut berkembang di Tiongkok.

"Terkait mobil, pilihan akhirnya jatuh ke tangan pelanggan, dan kami akan siap menanggapi apa pun yang muncul," kata Yoichi Miyazaki, kepala keuangan Toyota.

Pada tahun 2023, Toyota mengumumkan rencana untuk meningkatkan penjualan kendaraan listrik global menjadi 1,5 juta kendaraan per tahun pada tahun 2026. Namun tahun lalu, Toyota memberi tahu pemasok suku cadang untuk mempersiapkan produksi 1 juta kendaraan pada tahun 2026. Tahun ini, target produksi dikurangi lagi menjadi 800.000.

Penjualan kendaraan listrik Toyota pada tahun 2024 hanya sekitar 140.000 kendaraan, atau 1,4 persen dari pasar global.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Malaysia Fair 2026 Jadi Ajang Perluasan Pasar Medical Tourism di Indonesia

Jumat, 05 Juni 2026 | 18:12

CFD Rasuna Said Kembali Digelar, Ini Lokasi Parkir dan Rute Transportasi Umumnya

Jumat, 05 Juni 2026 | 18:10

Begini Spek Bangunan SPPG di Daerah 3T yang Dibangun Kementerian PU

Jumat, 05 Juni 2026 | 17:47

Sambut Nanik Deyang, APJI Minta Juknis Dapur MBG Dibenahi

Jumat, 05 Juni 2026 | 17:01

Menteri PU Rampungkan 222 SPPG di Daerah 3T

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:48

KPK Panggil Motivator Ary Ginanjar Agustian di Kasus Gratifikasi IUP Kukar

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:45

Akulaku Finance Dukung Proses Hukum pada Tindakan Kecurangan

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:36

Mubes Kosgoro 1957: Berkas La Ode Beres, Sari Yuliati Belum Bayar Administrasi

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:18

Awas Kolesterol Naik! Ini 5 Tips Sehat Mengolah Daging Kurban ala Ahli Gizi UNS

Jumat, 05 Juni 2026 | 15:57

AS Buka Jalur untuk 36 Kapal Bantuan Kemanusiaan di Selat Hormuz

Jumat, 05 Juni 2026 | 15:33

Selengkapnya