Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Trader Masih Berhati-hati, Dolar AS Tertekan Lagi

RABU, 26 MARET 2025 | 09:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kurs Dolar Amerika Serikat (AS) melemah di pasar uang New York, karena kekhawatiran penerapan tarif akan memperlambat ekonomi Amerika dan juga memicu kembali inflasi. 

Indeks Dolar AS (Indeks DXY) turun tipis 0,07 persen menjadi 104,18 Dolar AS, pada penutupan perdagangan Selasa 25 Maret 2025 waktu setempat. 

Terhadap Yen, Dolar AS merosot 0,58 persen menjadi 149,81 Yen Jepang setelah sebelumnya mencapai level tertinggi tiga pekan di 150,94. 


Pergerakan dalam pasangan mata uang yang sensitif terhadap suku bunga ini terjadi karena imbal hasil US Treasury lebih rendah pada hari itu.

Perumus kebijakan Bank of Japan membahas laju peningkatan suku bunga lebih lanjut setelah memutuskan untuk menaikkan suku bunga jangka pendek ke level tertinggi. Pekan lalu, BOJ mempertahankan suku bunga dan memperingatkan akan meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, yang menunjukkan waktu kenaikan suku bunga lebih lanjut akan sangat bergantung pada dampak dari tarif Amerika.

Mata uang Euro sedikit berubah setelah sesi perdagangan yang berombak.

Kurs mata uang tunggal itu sebelumnya didorong oleh survei yang memperlihatkan moral bisnis Jerman meningkat pada Maret ketika perusahaan memperkirakan pemulihan setelah dua tahun kontraksi di ekonomi terbesar Eropa tersebut.

Euro terakhir turun 0,02 persen menjadi 1,0798 Dolar AS. Sebelumnya Euro menyentuh 1,0774 Dolar AS. 

Analis memperkirakan, Dolar AS kemungkinan akan terdongkrak oleh penyeimbangan ulang akhir bulan ini. 

"Dinamika arus terbesar yang kita lihat saat ini adalah sedikit perubahan dari kuartal pertama yang jelas-jelas negatif bagi Dolar AS yang kita cermati saat orang-orang mulai mengurangi posisi tersebut hingga akhir bulan dan akhir kuartal," kata Given.

Dolar Australia menguat setelah negara itu meluncurkan pemotongan pajak baru, Selasa, dan mengumumkan keringanan biaya hidup lainnya dalam upaya besar untuk memenangkan kembali pemilih yang tidak puas. Terakhir, Aussie naik 0,19 persen menjadi 0,6296 Dolar AS.

Kurs Poundsterling menguat 0,19 persen menjadi 1,2943 Dolar AS saat trader menunggu rilis pernyataan musim semi hari ini, Rabu 26 Maret 2025, di mana Menteri Keuangan Inggris Rachel Reeves diperkirakan memangkas pengeluaran pemerintah untuk memenuhi aturan fiskal.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Budi Arie Bakal Dipolisikan soal Ucapan Percepatan Pemilu 2029

Senin, 07 September 2026 | 22:28

Teluk Bayur: Jangan Membangun Aset Tanpa Kargo

Senin, 07 September 2026 | 22:10

PLTP Gunung Ungaran Miliki Sejumlah Manfaat, Eksplorasi Layak Dilanjutkan

Senin, 07 September 2026 | 21:55

Purbaya Tak Ambil Pusing Pramono Ngotot Terbitkan Obligasi DKI Rp5,2 Triliun

Senin, 07 September 2026 | 21:35

BRI dan Serikat Pekerja BRI Tandatangani PKB 2026-2028

Senin, 07 September 2026 | 21:28

Wakapolri Minta Kecakapan Personel dalam Penanganan Bencana dan Konflik Sosial

Senin, 07 September 2026 | 21:15

Dua Pimpinan DPRD Kota Bengkulu Kompak Mangkir Panggilan KPK

Senin, 07 September 2026 | 20:50

Prabowo Instruksikan BRI dan BSI Siapkan Rekening untuk Masyarakat

Senin, 07 September 2026 | 20:48

OJK Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Pelanggaran Keterbukaan Informasi

Senin, 07 September 2026 | 20:46

Pemerintah Siapkan OMC Atasi Sebaran Abu Anak Krakatau di Empat Provinsi

Senin, 07 September 2026 | 20:31

Selengkapnya